Pekanbaru Akan Berlakukan Jam Malam
PEKANBARU, Medialokal.co – Pemko Pekanbaru akan memberlakukan jam malam bagi warganya. Langkah ini diambil atas pertimbangan eskalagi Covid-19 di Pekanbaru yang diyakini cukup tinggi.
Walikota Pekanbaru, Firdaus mengungkapkan pemberlakukan jam malam merupakan strategi kedua yang dilakukan pemerintah setelah himbauan kepada masyarakat untuk tidak berkerumun dianggap belum membuahkan hasil maksimal.
“Setelah melihat eskalasi peningkatan kasus COVID -19 di Pekanbaru terus naik, maka kita akan berlakukan strategi kedua penerapan jam malam,” katanya.
Strategi jam malam ini diberlakukan karena masih rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahaya dan penularan Covid-19 sehingga terjadi peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun positif penyakit ini.
Warga mengabaikan strategi pertama yang diterapkan Pemeritah Kota yakni memindahkan semua aktifitas ke rumah.
“Sejak awal terdapat kasus positif Covid-19, kita sudah pindahkan sekolah, beribadah, bekerja di rumah, namun nampaknya ini tidak berhasil dan eskalasi penularan Covid-19 terus meningkat,” katanya.
Menyikapi itu,forkopimda dan tim gugus tugas sudah membuat tiga strategi memberlakukan jam malam rencananya mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.
Firdaus berharap kesadaran masyarakat bisa lebih baik. Mereka makin punya kesadaran untuk isolasi mandiri di rumah.
Kata Firdaus, kalau jam malam juga gagal maka pemerintah terapkan strategi ketiga yakni merumahkan seluruh masyarakat, atau sesuai instruksi Presiden Jokowi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Merumahkan masyarakat dilakukan untuk memutus wabah, hal ini kami berlakukan jika kasus ODP, PDP dan COVID-19 semakin meningkat di Pekanbaru,” tukasnya.
Karena itu ia mengimbau semua lapisan masyarakat, tokoh agama, adat dan budaya mari bersama-sama memerangi dan memutus rantai penularan COVID-19.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau hingga Jumat sore ada 122 pasien dalam pengawasan (PDP) dimana 74 masih dirawat, 46 sehat dan dipulangkan, serta 2 meninggal dunia. Selain itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah jadi 20.178 orang dengan 2.531 diantaranya sudah selesai pemantauan
Pekanbaru mencapai 916 ODP, sebanyak 61 orang PDP, Pasien Positif Corona atau kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 4 orang, dengan rincian tiga dirawat satu sembuh. (*)


Berita Lainnya
Dalam Waktu Dekat Wabup Yuliantini Ajak KNPI Inhil Gerak Bersama: Dari Dialog ke Desa, Dari Gagasan ke Gerakan
Cangkul Jadi Simbol May Day di Kecamatan Kateman: Buruh PT Sambu Bersama Polri dan TNI Tanam Masa Depan
Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning
Sertu Benri Sisir Tapal Batas Bersama Warga, Titik Api Nihil Reteh Bernapas Lega
Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai
Serka Surachman Rajut Silaturahmi Lewat Komsos, Hidupkan Pancasila dari Kampung
Dalam Waktu Dekat Wabup Yuliantini Ajak KNPI Inhil Gerak Bersama: Dari Dialog ke Desa, Dari Gagasan ke Gerakan
Cangkul Jadi Simbol May Day di Kecamatan Kateman: Buruh PT Sambu Bersama Polri dan TNI Tanam Masa Depan
Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning
Sertu Benri Sisir Tapal Batas Bersama Warga, Titik Api Nihil Reteh Bernapas Lega
Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai
Serka Surachman Rajut Silaturahmi Lewat Komsos, Hidupkan Pancasila dari Kampung