Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka

Foto : Terlihat Kapolsek Batang Tuaka, IPTU Andrianto S.H., M.H., datang untuk melihat dan memberikan edukasi semangka masyarakat meningkat produksinya.

SUNGAI LUAR – Senin pagi, 15 Juni 2026, pukul 09.00 WIB, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, disapa langkah berseragam cokelat. Bukan karena ada gangguan kamtibmas, tetapi karena Kapolsek Batang Tuaka, IPTU Andrianto S.H., M.H., datang untuk melihat semangka.

Kegiatan ini bagian dari Program Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional. Kapolsek ingin memastikan program pemerintah sampai ke ladang warga, bukan hanya tinggal di atas kertas. Semangka yang ditanam warga Sungai Luar menjadi bukti bahwa potensi lokal bisa dirawat dan dijaga bersama.

Di bawah terik Inhil, IPTU Andrianto menyambangi warga yang sedang mengolah lahan semangka. Ia mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Tujuannya sederhana namun penting, mengoptimalkan potensi lokal agar ketersediaan pangan di desa tetap stabil.

Obrolan pun mengalir di antara bedengan semangka. Kapolsek membangun komunikasi dengan warga, mengajak mereka mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Ia percaya, kesejahteraan masyarakat Sungai Luar bisa dimulai dari merawat tanah yang sudah ada.

Semangka bukan hanya buah manis untuk dijual. Bagi warga Sungai Luar, semangka adalah harapan tambahan penghasilan, bukti bahwa pekarangan dan lahan desa bisa produktif jika disentuh dengan kerja dan pendampingan.

Kehadiran Kapolsek di ladang membawa pesan lain. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga pangan. Ketika warga merasa didampingi, kepercayaan publik terhadap Polri tumbuh dari aksi nyata yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Program “Polisi Cinta Petani” ini menjadi jembatan. Di satu sisi, warga mendapat motivasi untuk terus menanam dan merawat. Di sisi lain, Polri menunjukkan wajah yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih peduli pada kesejahteraan desa.

Semangat yang dibawa IPTU Andrianto sederhana, pangan yang cukup adalah bentuk keamanan yang paling dasar. Jika lumbung desa terisi, maka ketenangan masyarakat ikut terjaga.

“Kami datang ke sawah dan ke ladang karena pangan adalah bagian dari keamanan. Melalui kegiatan swasembada pangan ini, kami ingin meningkatkan kepercayaan publik dan menyejahterakan masyarakat Desa Sungai Luar. Potensi lokal harus kita jaga bersama, agar ketahanan pangan Batang Tuaka semakin kuat,” tutup IPTU Andrianto S.H., M.H. (*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]