Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Gasing, Pilihan Ngabuburit Ramadhan di Desa Balam Merah Pelalawan
PELALAWAN, Medialokal.co - Gasing, sebuah permainan tradisional yang berasal dari melayu. Permainan gasing merupakan permainan musiman dimana permainan ini dimainkan oleh kaum laki-laki. Permaianan gasing dimainkan oleh anak-anak, orang dewasa, dan orang tua.
Permaianan gasing ini dimainkan satu lawan satu atau pun berkelompok, pemain yang gasingnya paling lama berputar adalah pemenang nya. Gasing yang dimainkan terbuat dari kayu dengan cara pembuatan nya menggunakan mesin bubut ataupun menggunakan kir. Gasing yang dibuat pun bermacam-macam bentuk.
Ditengah pandemi Covid-19, permainan gasing pada saat ini lagi musiman dan telah memasuki bulan ramadhan tidak membuat permainan ini berhenti begitu saja. Pada saat bulan ramadhan pun di Desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, permainan gasing ini pun tetap berlanjut.
Pada bulan ramadhan kali ini mereka melakukan ngabuburit dengan cara yang berbeda ditengah pandemi covid-19, yakni dengan cara bermain gasing yang sebelumnya belum pernah dilakukan pada bulan bulan ramadhan sebelumnya.
Permainan ini merupakan salah satu solusi untuk melakukan kegiatan serta mempertahankan tradisi melayu. Dengan adanya permainan gasing dapat membuat daya tahan tubuh meningkat akibat kerja otot yang menyebabkan keluarnya keringat. Pemainan ini dilakukan pada sore hari sebagai waktu luang untuk menunggu waktu berbuka puasa dan biasanya dilanjutkan pada malam hari.
"Menurut saya, dalam permainan gasing ditengah ramadhan dan pandemi covid-19 ini adalah salah satu solusi untuk melakukan kegiatan olahraga serta mempertahankan tradisi melayu yang sejak lama diwariskan turun temurun. Dengan adanya permainan gasing ini dapat meminimalisir warga keluar dari kampung untuk melakukan ngabuburit seperti biasanya sebelum covid-19 ini terjadi, hal ini membuat daya tahan tubuh meningkat akibat kinerja otot yang menyebabkan keluarnya keringat. Permainan ini bisa dilakukan pada sore hari dan malam hari untuk meminimalisir terjadinya kerumunan orang maka permainan ini dilakukan pada malam hari karena pada malam hari hanya pemain dan hanya sedikit penonton," ujar Soskar (10/05/2020). (*)
NAMA : ABDUL RANDI
KAMPUS : UIN SULTAN SYARIF KASIM
JURUSAN : ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS : DAKWAH DAN KOMUNIKASI
SEMESTER : 2(DUA)
TUJUAN BERITA : UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH JURNALISTIK


Berita Lainnya
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN