Waw! Miniatur Bus Asal Siak ini Makin Diminati Kolektor
SIAK - Miniatur Bus, buatan Dwi Candra Maulana, pemuda asal Kampung Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau ini semakin diminati pembeli terutama kalangan kolektor.
Pemuda yang masih berusia 27 tahun ini mengawali kecintaannya pada bus berawal dari kebiasannya memanfaatkan moda transportasi massal sewaktu masih menduduki bangku sekolah menengah atas (SMA).
"Karena bolak-balik Pekanbaru- Yogyakarta menggunakan bus. Saya pun menjadi hobi memotret-memotret bus jenis dan merek apapun itu untuk koleksi pribadi," kata pria yang akrab di sapa Candra ini.
Kecintaan pada bus menjadikan nya tidak puas hanya sekedar menyimpan foto dan video, Sarjana Pertanian Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru ini pun bergabung dalam komunitas miniatur bus dan mulai membuat miniatur Bus.
"Semua bermula sewaktu SMA disuruh membuat kerajinan tangan sama guru kesenian, saya kepikiran untuk membuat miniatur bus dari triplek. Saat kuliah saya mulai menekuninya," ucapnya.
Miniatur pertama yang dibuatnya dari bahan seadanya itu mendapat apresiasi dan mulai dilirik kolektor, perusahaan dan komunitas bus.
Kini kata Chandra, harga produk kerajinan miniatur bus buatannya bervariasi antara Rp1,3 juta hingga Rp2,5 juta per unit, sesuai dengan tingkat kerumitan dalam pembuatannya.
Chandra mengatakan semua proses produksi masih menggunakan alat-alat manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan miniatur yang indah per unitnya. Eksterior dan interior miniatur dibuat detail, menyerupai kendaraan aslinya, seperti menyangkut jumlah kursi, lampu, dan pintu-pintu yang bisa dibuka seperti halnya bus sungguhan.
"Kita harus detail dan seteliti mungkin dalam membuatnya, begitu juga bentukannya harus menyerupai bus aslinya. Sedangkan bahan baku masih mudah dicari," katanya lagi.
Menurut dia, kemampuan produksi kerajinan miniatur bus buatannya rata-rata sekitar lima unit per bulan. Target pasarnya sendiri selain kolektor, ia juga menawarkan ke perusahaan bus, atau PO bus.
Kini permintaan miniatur bus buatannya sudah sampai ke Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Medan, dan kota-kota besar lainnya. (*)
Sumber : Antarariau.com


Berita Lainnya
Berbagi Berkah Ramadan, Bapenda Batam Santuni 159 Anak Yatim dan Janda Lansia Jelang Idul Fitri 1447 H
BKAD Inhil Jelaskan Tahapan Penyusunan APBD 2026, Rincian Anggaran OPD Masih dalam Proses Finalisasi
Polsek Tempuling Sediakan Cek Kesehatan Gratis di Pos Pelayanan Lebaran 2026 untuk Pemudik
Petugas Pos Pelayanan Laksanakan Pengamanan Kedatangan Kapal di Pelindo Tembilahan Berjalan Aman Ops Ketupat Lancang Kuning 2026
Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Malam Ramadan di Kota Siak
Babinsa Koramil 04/Kuindra, Komsos Ini Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman bagi Masyarakat
Berbagi Berkah Ramadan, Bapenda Batam Santuni 159 Anak Yatim dan Janda Lansia Jelang Idul Fitri 1447 H
BKAD Inhil Jelaskan Tahapan Penyusunan APBD 2026, Rincian Anggaran OPD Masih dalam Proses Finalisasi
Polsek Tempuling Sediakan Cek Kesehatan Gratis di Pos Pelayanan Lebaran 2026 untuk Pemudik
Petugas Pos Pelayanan Laksanakan Pengamanan Kedatangan Kapal di Pelindo Tembilahan Berjalan Aman Ops Ketupat Lancang Kuning 2026
Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Malam Ramadan di Kota Siak
Babinsa Koramil 04/Kuindra, Komsos Ini Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman bagi Masyarakat