Berada Diposisi 13, Ayat Cahyadi Soroti Tingginya Angka Pengguna Narkoba di Provinsi Riau
PEKANBARU - Pelaksana Tugas Wali Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Ayat Cahyadi menyoroti tingginya angka pengguna narkoba di provinsi tersebut yang menurut hasil survei menduduki posisi ke-13 dari seluruh provinsi di Indonesia yang menjadi daerah rawan.
"Posisi ke-13 bukanlah hal yang patut dibanggakan. Ini sudah gawat," tegas Ayat di Pekanbaru, Selasa.
Ayat menilai kondisi tersebut sudah memasuki tahapan yang berbahaya. Pasalnya menurut data BNN jumlah pengguna barang haram tersebut di Provinsi Riau sudah mencapai 150 ribu orang.
Ia menambahkan bahwa tingginya jumlah pengguna narkoba tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan juga merusak muruah provinsi yang menjunjung tinggi adat dan agama.
Ayat menilai sudah menjadi kewajiban dari semua kalangan masyarakat dalam mengawasi peredaran narkoba tersebut. Tingginya angka penggunaan narkoba adalah bukti masih rendahnya pengawasan dari berbagai unsur masyarakat.
Untuk itu ia mengimbau agar semua pihak dapat saling bekerja sama dan berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di kawasan setempat. Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan.
Dibutuhkann dukungan dari seluruh pihak untuk memberantas peredaran barang haram ini," katanya.
Lebih jauh ia mengaku bahwa pihak Pemerintah Kota Pekanbaru telah melakukan berbagai upaya baik dalam pemberantasan maupun menekan tingginya peredaran narkoba tersebut. Salah satunya ialah di kalangan pelajar yang dinilai sangat rentan menjadi korban barang tersebut.
Ia menambahkan bahwa pelajar berada dalam masa di mana pergaulan adalah hal yang penting. Sedangkan dari beberapa kasus ditemukan bahwa narkoba justru masuk di kalangan pelajar melalui pergaulan yang salah. Oleh sebab itu, pihak pemerintah kota menggencarkan perang terhadap narkoba di kalangan remaja maupun pelajar.
Selain itu, pihak pemerintah kota juga tengah menggencarkan perang terhadap narkoba di kalangan aparatur sipil negara. Baginya hal ini cukup penting mengingat para ASN adalah pelayan masyarakat yang sudah seyogianya menjadi contoh dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Ia mengaku akan menindak tegas para ASN yang terlibat narkoba. Baginya tidak ada ampun untuk para aparat negara tersebut yang kedapatan menggunakan narkoba.
"Kami akan menindak tegas setiap ASN yang kedapatan menggunakan narkoba. Namun, penindakan tersebut juga dilakukan sesuai prosedur yang telah ditentukan pemerintah," kata Ayat. (*)
Sumber : Antarariau.com


Berita Lainnya
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan
Polsek Koto Gasib Mengirimkan Sempel Jagung Pipil Ke Bulog
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan
Polsek Koto Gasib Mengirimkan Sempel Jagung Pipil Ke Bulog