Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Buaya Berukuran 2 Meter Tangkapan Warga Kempas Dibawa ke Pekanbaru
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau merelokasi seekor buaya Muara (Crcodylus porosus) sepanjang dua meter, yang sebelumnya ditangkap warga saat berada di dalam selokan pemukiman masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.
"Buaya itu saat ini sudah di dalam pengawaan kita di Kantor BBKSDA Pekanbaru," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo kepada Antara di Pekanbaru, Sabtu.
Ia menjelaskan buaya muara berusia empat tahun tersebut awalnya ditemukan masyarakat di selokan atau biasa disebut parit di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis kemarin 29 Maret.
Masyarakat selanjutnya menghubungi kepolisian sektor setempat, mengingat lokasi itu kerap menjadi area permainan anak-anak. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat buaya nyasar tersebut.
Menurut Hutomo, setelah dihubungi Polres Indragiri Hilir terait temuan predator tersebut, pihaknya langsung menurunkan tim untuk menangkap dan merelokasi buaya itu.
Jumat malam tadi (30/3), tim BBKSDA Wilayah I tiba di Kota Pekanbaru setelah menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam lamanya.
"Tim medis kita masih akan memeriksa kesehatan buaya itu. Jika memungkinkan dalam waktu dekat akan segera kita lepasliarkan kembali ke tempat yang aman dari manusia," tuturnya.
Melengkapi Hutomo, Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menyampaikan apresiasi setingginya Kepada Polres Indragiri Hilir, Komando Rayon Militer setempat serta warga atas kerjasama dalam menyelamatkan satwa itu.
"Buaya muara merupakan satwa langka dilindungi Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Saya mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada seluruh pihak atas kerjasamanya," ujar mantan kepala BBKSDA Provinsi Bali tersebut.
Keberadaan buaya sering menjadi teror sendiri bagi warga Kabupaten Indragiri Hilir, mengingat secara geografis daerah itu berada di pesisir Riau serta banyak terdapat sungai-sungai kecil. Dalam beberapa kasus, buaya bahkan sempat menerkam mulai dari sekadar melukai hingga menghabisi nyawa warga.(*)
Sumber : Antarariau.com


Berita Lainnya
Polsek Kuindra Gelar Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan dan renovasi sd 020 Parit 14 Kelurahan Sapat
Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan Desa Tanjung Pasir Berlangsung Khidmat
Polsek Kemuning Bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Sekara Panen Jagung Kuartal IV
Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Babinsa Koramil 04/Kuindra Laksanakan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Sapat Secara Rutin
Dukung Swasembada Pangan, Danramil 03/TPL Lettu Arm Muchazzar Hadiri Acara Penanaman Jagung Desa Karya Tunas Jaya
Polsek Kuindra Gelar Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan dan renovasi sd 020 Parit 14 Kelurahan Sapat
Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan Desa Tanjung Pasir Berlangsung Khidmat
Polsek Kemuning Bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Sekara Panen Jagung Kuartal IV
Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Babinsa Koramil 04/Kuindra Laksanakan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Sapat Secara Rutin
Dukung Swasembada Pangan, Danramil 03/TPL Lettu Arm Muchazzar Hadiri Acara Penanaman Jagung Desa Karya Tunas Jaya