Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Sempat Diberitakan Tak Diperhatikan
Ternyata Natania Balita Penderita Gizi Buruk Sudah Ditangani Pemkab Inhil Sejak Sebulan Lalu
TEMBILAHAN - Natania, balita berumur 16 bulan warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang terkena gizi buruk ternyata sudah mendapat perhatian dan perawatan oleh Dinas Kesehatan Inhil. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin, menjawab pemberitaan salah satu media siber nasional yang menyatakan bahwa Natania tak pernah tersentuh perhatian Pemkab.
Ditegaskan Zainal, Natania bahkan telah tercatat sebagai peserta rutin Rumah Pemulihan Gizi (RPG Inhil) sejak 8 Maret 2018 lalu.
"Pertama kali terpantau oleh kita saat Natania dibawa keluarganya berobat ke Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, 28 Februari lalu karena terserang batuk pilek. Melihat keadaan Natania yang berat badannya 5,6 kilo dengan panjang badan 61 cm makanya segera petugas kita memasukkan Natania pada program RPG. Sejak 8 Maret, Natania sudah tercatat sebagai peserta RPG yang keseluruhan biayanya ditanggung oleh Pemkab Inhil," tegas Zainal, Kamis (12/4/2018).
Di Rumah Pemulihan Gizi, jelas Zainal, selain diberi nutrisi tambahan seperti susu dan biskuit, ibunda Natania juga dilatih oleh petugas tentang tata cara penyajian makanan cukup gizi dengan biaya yang murah.
"Kegiatan ini sejak 2016 lalu sudah rutin kita lakukan. Selain itu, disana juga kita adakan penyuluhan tentang peningkatan ekonomi keluarga bagi ibu rumah tangga seperti pemanfaatan pekarangan sempit dengan pertanian tanaman obat keluarga maupun tanaman sayuran. Kegiatan ini semuanya ditanggung oleh Pemkab Inhil," papar Zainal.
Masalah gizi buruk dan stunting (kekerdilan), ulas Zainal, saat ini memang tengah menjadi fokus nasional termasuk Pemkab Inhil. Untuk itulah, dikatakannya, melalui seluruh puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di seantero Inhil telah diinstruksikan untuk dapat mendata warga setempat.
"Untuk itu masyarakat kita himbau juga partisipasinya agar segera dapat membawa anak yang terindikasi menderita gizi buruk ke puskesmas dan puskesmas pembantu setempat. Dengan begitu kita harapkan seluruh anak-anak kita dapat segera tertangani," tegas Zainal.
Sementara itu, sejak ditangani oleh Rumah Pemulihan Gizi, kondisi Natania kini telah berangsur membaik. Ini terbukti dengan berat badan Natania yang telah mulai beranjak naik. Jika semula hanya 5,6 kilogram, kini berat badan Natania telah mencapai 6,5 kilogram.(*)


Berita Lainnya
Polsek Kuindra Gelar Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan dan renovasi sd 020 Parit 14 Kelurahan Sapat
Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan Desa Tanjung Pasir Berlangsung Khidmat
Polsek Kemuning Bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Sekara Panen Jagung Kuartal IV
Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Babinsa Koramil 04/Kuindra Laksanakan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Sapat Secara Rutin
Dukung Swasembada Pangan, Danramil 03/TPL Lettu Arm Muchazzar Hadiri Acara Penanaman Jagung Desa Karya Tunas Jaya
Polsek Kuindra Gelar Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan dan renovasi sd 020 Parit 14 Kelurahan Sapat
Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan Desa Tanjung Pasir Berlangsung Khidmat
Polsek Kemuning Bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Sekara Panen Jagung Kuartal IV
Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Babinsa Koramil 04/Kuindra Laksanakan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Sapat Secara Rutin
Dukung Swasembada Pangan, Danramil 03/TPL Lettu Arm Muchazzar Hadiri Acara Penanaman Jagung Desa Karya Tunas Jaya