Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Bahasa Melayu Diterapkan di Bandara SSK II, Aherson: Sudah Saatnya Identitas Ini Ditonjolkan
PEKANBARU - Penerapan bahasa melayu di Bandara SSK II Pekanbaru, mulai hari ini diterapkan oleh pihak Angkasa Pura II Bandara SSK II. Pihak DPRD Riau pun sangat mendukung, dan berharap bukan hanya bahasa, melainkan unsur - unsur kebudayaan Melayu lainnya pun harus mulai ditonjolkan.
Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson pun mengungkapkan, Provinsi Riau merupakan daerah yang terkenal dengan budaya melayunya, dan ciri khasnya ini harus lebih diperkenalkan kepada masyarakat.
"Provinsi kita inikan merupakan kebudayaan melayu, kita punya identitas dan ciri khasnya. Memang sudah saatnya identitas dan ciri khas ini diterapkan dalam kehidupan sehari - hari, bahkan harusnya dari dulu," ujarnya, Rabu (2/5/2018) Aherson, yang juga salah seorang anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP2dD) DPRD Riau, kemudian mengharapkan akan adanya perda yang mengatur penggunaan unsur kebudayaan Melayu yang dapat di terapkan di tempat - tempat umum lainnya.
"Sampai saat ini kan perda yang mengatur khusus untuk penggunaan bahasa melayu di tempat umum belum ada, seperti untuk yang dibandara itu. Nanti, kalau misalnya dibuatkan perda ini, bukan cuma bahasa melayu, tapi unsur lainnya, seperti pakaian, sikap, bahkan bernuansa melayu di bandara," paparnya.
"Lagi, tidak hanya di bandara sajalah. Kita atur juga lokasi - lokasi umum dimana kearifan lokal ini bisa diterapkan. Di hotel, rumah sakit, tempat - tempat wisata, dan lainnya. Jadi bernuansa melayu sesuai dengan identitas kita," imbuhnya lagi.
Mengapresiasi kebijakan pihak bandara terkait hal ini, Aherson menyebutkan, dengan ciri khas yang menonjol di Provinsi Riau akan memberikan kesan kepada pengunjung yang datang ke daerah. Sehingga tidak akan dilupakan.
"Kita terapkan ciri khas kita, sehingga daerah Provinsi Riau punya ciri khas yang membedakannya. Kalau berbeda dan khas, nanti turis atau pengunjung dari daerah lain tidak cepat lupa, karena ada kesan tersendiri," pungkasnya. (*)
Sumber : GoRiau.com


Berita Lainnya
Polsek Kuindra Gelar Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan dan renovasi sd 020 Parit 14 Kelurahan Sapat
Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan Desa Tanjung Pasir Berlangsung Khidmat
Polsek Kemuning Bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Sekara Panen Jagung Kuartal IV
Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Babinsa Koramil 04/Kuindra Laksanakan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Sapat Secara Rutin
Dukung Swasembada Pangan, Danramil 03/TPL Lettu Arm Muchazzar Hadiri Acara Penanaman Jagung Desa Karya Tunas Jaya
Polsek Kuindra Gelar Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan dan renovasi sd 020 Parit 14 Kelurahan Sapat
Doa Bersama Syukuran Pembangunan Jembatan Desa Tanjung Pasir Berlangsung Khidmat
Polsek Kemuning Bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Sekara Panen Jagung Kuartal IV
Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda Riau: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Babinsa Koramil 04/Kuindra Laksanakan Patroli Tapal Batas di Kelurahan Sapat Secara Rutin
Dukung Swasembada Pangan, Danramil 03/TPL Lettu Arm Muchazzar Hadiri Acara Penanaman Jagung Desa Karya Tunas Jaya