Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Bulog Siap Sebar 10 Ribu Ton Beras buat Operasi Pasar
MEDIALOKAL.CO - Perum Bulog menyatakan akan mendistribusikan beras ke masyarakat lewat operasi pasar maksimal 10 ribu ton per hari. Ini terjadi setelah BUMN ini menyerap beras dari petani lokal hingga 15 ribu ton per hari, meskipun sudah melewati masa panen raya padi.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso mengungkapkan, saat ini Bulog menargetkan serapan beras petani di angka 15 ribu per hari. Menurutnya, jumlah itu sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara.
"Kita penyerapan sehari rata-rata 15 ribu ton. Katakanlah akhir Mei tanggal 10, jadi 20 x 15 ribu ton, jadi 300 ribu ton. Itu kurang lebih kan cukup. Nanti masa panen kedua kita bisa maksimalkan lagi," kata dia di Jakarta.
Gunarso mengatakan, Perum Bulog menargetkan serapan beras hingga akhir 2018 bisa mencapai 2,7 juta ton. Sementara untuk mengamankan kebutuhan Ramadan hingga Juni 2018, berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian pada Februari 2018, mereka harus menyerap 2,2 juta ton beras.
Lebih lanjut katanya, Rakernas menetapkan bahwa Perum Bulog harus menggelontorkan kebutuhan beras lewat Operasi Pasar (OP) sekitar 15 ribu ton per hari. Meskipun demikian, Gunarso meneruskan, Bulog maksimal hanya akan menyalurkan maksimal 10 ribu ton beras per hari sesuai kebutuhan konsumen dan pasar.
"Target yang ditetapkan Rakernas 15 ribu ton per hari. Tapi kami merata-ratakan per hari 5-10 ribuan, menimbang pengalaman kami. Target (penyerapan beras) total memang 15 ribu ton, tapi praktiknya saya sampaikan tergantung serapan di konsumen dan di pasar," jelasnya.
Berdasarkan pengalaman pada tahun lalu, Gunarso melanjutkan, serapan pasar dan konsumen dari pasokan beras milik Bulog melalui program operasi pasar pada kisaran 5-10 ribu ton per hari, bahkan pernah mencapai titik terendah, yaitu di bawah 2 ribu ton per hari.
Oleh karena itu, dia menjelaskan, Perum Bulog tidak akan mematok batasan penyaluran beras lewat operasi pasar, melainkan mengikuti permintaan pasar. Itu juga dilakukan seiring tujuan BUMN untuk stabilisasi harga beras di pasaran dalam negeri.
Gunarso menjelaskan posisi Perum Bulog, yakni sebagai pihak pelengkap ketersediaan beras di pasar nasional yakni sebesar 5-10 persen, atau 5-10 ribu ton per hari.
"Karena posisinya kan enggak cuma beras Bulog yang ada di pasar, tapi ada beras produksi petani, maupun beras dari sumber lain. Maka Bulog melengkapi saja kebutuhan di pasar," tandasnya. (*)
Sumber : Spiritriau.com


Berita Lainnya
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal