Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Tuding Serangan Teroris Adalah Pengalihan Isu Untu
Dosen USU ini Akhirnya Berurusan dengan Aparat
MEDIALOKAL.CO – Serangan teroris bom Surabaya ternyata membuat marah-marah dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Himma Dewiana Lubis.
Ia menuding serangan teroris itu adalah sebuah skenario alias pengalihan isu untuk menumbangkan tagar #2019GantiPresiden.
Kemarahannya itu kemudian diluapkan melalui akun medsos miliknya.
“Skenario pengalihan yg sempurna #2019gantipresiden,” tulis Himma dalam sebuah gambar yang di posting di laman facebook miliknya beberapa waktu lalu.
Alhasil, sang dosen akhirnya harus berurusan dengan polisi dan menginap di hotel Prodeo Polda Sumut.
Himma ditangkap Subdit Cybercrime Polda Sumut di kediamannya di Jalan Melinjo II, Sabtu (19/5/2018).
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Minggu (20/5/2018).
“Himma ditangkap karena dua postingan di akun facebook miliknya memuat ujaran kebencian,” beber Tatan.
Mengetahui postingannya viral, pemilik gelar Magister itu kemudian menutup akun medsosnya.
Akan tetapi, postingan tersebut keburu dicapture oleh warganet dan menyebar di dunia maya.
Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, Himma emosi lantaran tagar #2019GantiPresiden tenggelam dikalahkan serangan teroris bom Surabaya.
Himma juga mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini.
Menurut dia naiknya harga kebutuhan, tidak sesuai dengan janji pemerintah saat kampanye 2014 lalu.
Kepada polisi, Himma mengatakan, status itu diunggahnya pada 12 Mei di kediamannya.
“Penyidik telah memeriksa saksi dan menyita barang bukti berupa handphone dan SIM card milik pelaku,” lanjut Tatan.
Kendati demikian, polisi tak begitu saja percaya. Karena itu, pihaknya juga telah melakukan digital forensik terhadap handphone Himma.
“Untuk mendalami motif lain terkait pemostingan ujaran kebencian yang dimaksud,” tukas mantan Wakapolrestabes Medan itu.
Selain Himma Dewiana Lubis, polisi juga menangkap seorang satpam sebuah bank, Amaralsyah.
Ia ditangkap personel Polres Simalungun di kediamannya, Jalan Karya Bakti, Serbelawan, Kecamatan Batunanggar, Simalungun, Jumat (18/5/2018).
“Di Indonesia tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu,” begitu isi postingan Amaralsyah.
Kini keduanya meringkuk di dalam sel tahanan Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tatan mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan untuk menyebarkan konten yang bisa memancing provokasi di media sosial.
“Mari ciptakan kedamaian dan kesejukan saat berinteraksi di media sosial,” katanya.
Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan sampai menyebarkan hoax dan menimbulkan ujaran kebencian,” pungkas Tatan.(*)
Sumber : POJOKSATU.id


Berita Lainnya
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal