Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Terungkap, Ternyata Inilah Identitas Otak Teroris Universitas Riau
MEDIALOKAL.CO – Mabes Polri masih terus mendalami keterangan dari tiga teroris yang ditangkap Universitas Riau (UNRI), Sabtu (2/6/2018) lalu.
Mereka adalah Muhammad Nur Zamzam alias Zamzam alias Jack, warga Perhentian Raja Kampar, ditangkap di lingkungan kampus Unri.
Kedua, D (34) ditangkap di Kubang, Kampar. Ketiga, K (32), ditangkap di lingkungan kampus Unri.
Zamzam adalah alumni Pariwisata tahun 2003, D alumni Administrasi Negara tahun 2001. Sedangkan K adalah alumni Ilmu Komunikasi tahun 2013.
Dari hasil pemeriksaan terbaru, diketahui teroris atas nama Zamzam berperan sebagai otaknya.
Sedangkan dua orang lainnya, yakni D dan K sampai saat ini masih berstatus saksi.
Demikian disampaikan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Muhammad Iqbal, di Mabes Polri, Senin (4/6/2018).
“Dua orang yang menjadi saksi hari ini ada pekembangan baru,” beber Iqbal.
Akan tetapi, kata Iqbal, pihaknya saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut, terutama mengenai bagaimana Z tahu soal cara merakit bom.
“Diduga kuat D dan K mengetahui Z melakukan aksinya. Tapi penyidik memerlukan bukti-bukti lain untuk menjerat dua saksi ini ketika akan dinaikkan sebagai tersangka,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Iqbal, polisi tidak akan berhenti pada penangkapan Z di Riau.
Seluruh jajaran kepolisian di Indonesia melakukan upaya represif dan preventif, sehingga tidak lagi ada tindak terorisme.
“Kita ingin bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan seterusnya aman, nyaman dan kondusif bagi siapa saja di republik ini,” tutupnya.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap tiga teroris di Univervitas Riau, Sabtu (2/6/2018) siang sekitar pukul 13.30 WIB.
Salah satu pelaku diketahui bernama Muhammad Nur Zamzam alias Zamzam alias Jack dan menmukan sejumlah bom rakitan di Fakultas FISIP Unri.
Zamzam sendiri adalah alumni UNRI dan diduga kuat memiliki kemampuan membuat bom TATP.
Selain itu, dia juga kerap mempublikasikan cara pembuatan bom di link group telegram.
Zamzam berencana melakukan serangan terhadap sejumlah obyek vital, yakni di kantor DPR RI dan DPRD.
Dari tangan Zamzam, Densus 88 mengamankan 2 buah bom pipa besi yang sudah jadi, 2 bahan bahan peladak TATP yang sudah jadi.
Selain itu juga dimankan material bahan peledak, 2 buah busur panah, 8 buah anak panahnya, 1 buah senapan angin, dan 1 buah granat tangan rakitan.
Zamzam adalah warga Perhentian Raja Kampar, ditangkap di lingkungan kampus Unri.
Kedua, D (34) ditangkap di Kubang, Kampar. Ketiga, K (32), ditangkap di lingkungan kampus Unri.
Zamzam adalah alumni Pariwisata tahun 2003, D alumni Administrasi Negara tahun 2001. Sedangkan K adalah alumni Ilmu Komunikasi tahun 2013.
Rencananya, bom tersebut akan digunakan untuk mengebom gedung DPRD Riau dan DPR RI di Jakarta.(*)
Sumber : POJOKSATU.id


Berita Lainnya
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal