Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Cerita Rakyat, Tentang Raja Bujang si Penjaga Pantai Solop Kebanggaan Masyarakat Inhil
INHIL, Medialokal.co - Matahari sudah terbenam. Semakin gelap, membuat pandangan semakin terbatas. Dikala itu, hanya ada suara desus ombak kecil dari laut.
Nyaris tak ada lagi Alat Transportasi laut yang melintas. Semakin malam, semelir angin semakin menggiring suasana pada kesunyian.
Namun mendadak saja, "Buzssss" suara ombak menghantam bibir Pantai Solop kebanggaan daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)-Riau itu, tepatnya di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah.
Cukup misterius, tidak ada kapal dan tidak juga diterjang badai. Sedikit demi sedikit, ombak besar itu membawa sersah berbentuk pasir ke sisi akar Bakau.
"Jika tak ada yang lain (kendaraan laut, red) berarti iya tu, ombak dari Kapal Raja Bujang," kata Rian (34), warga Igal Kecamatan Mandah.
Kemudian, bersamaan dengan ombak, kemunculan ikan di permukaan air diyakini merupakan salah satu tanda lainnya.
Bahkan, mungkin saja katanya sersah kulit kerang tertumpuk jadi pantai hasil giringan ombak-ombak misterius tersebut.
"Terkadang ada tampak kapal samar-samar, nah itu dia Kapal Raja Bujang sedang berlayar," tambah pria yang selalu melintasi perairan Pulau Cawan itu.
Percaya atau tidak, penduduk setempat tetap meyakini, cerita turun-temurun dari orang terdahulu tentang keberadaan Raja Bujang memang ada.
Mereka juga meyakini bahwa Raja Bujang masih memangku tahta kekuasaan Alam Bunian di Ekowisata Pantai Solop, Pulau Cawan. Termasuklah Hutan Mangrove di dalamnya.
Awang (58), salah seorang penduduk Pulau Cawan juga mengatakan hal serupa. Bahkan menurutnya, sosok Raja Bujang sendiri terkadang bisa tampak oleh kasat mata, khusus bagi mereka lemah mental.
"Kalau belum pernah ke sini, beri salam aje. Niat baik takkan diganggu die," tuturnya berlogat Melayu.
Sejak zaman dahulu, lanjut Awang, si Raja Bujang ini sebenarnya sudah hadir di kawasan Pulau Cawan, tentu saja ketika kondisi pulau masih penuh dengan hutan belantara.
Namun selama ini, peristiwa dari hal-hal mistis jarang terjadi pada masyarakat setempat serta para pengunjung. Kecuali bagi mereka yang melakukan kesalahan-kesalahan tertentu.
"Yang penting adab dijage. Jangan menantang dia (Raja Bujang), demam nanti," katanya mengakhiri perbincangan.(Adv)


Berita Lainnya
Orang Tua Murid SMA Negeri 24 Tanjung Riau Soroti Panitia Perpisahan dan Gaji Guru Baru serta Keamanan Sekolah
Babinsa Koramil 07/Reteh Himbau Warga Perkuat Kekompakkan dan Kebersamaan
Babinsa Koramil 07/Reteh Laksanakan Patroli Tapal Batas di Parit Ban Kel Metro
Babinsa Koramil 07/Reteh Kembali Laksanakan Pengawasan SDM di Desa Sanglar
Babinsa Bantu Distribusikan Program Makan Bergizi Gratis di Desa Lintas Utara
Babinsa Koramil 03/Tpl Laksanakan Kegiatan Patroli Karhutla Di Wilayah Desa Binaan
Orang Tua Murid SMA Negeri 24 Tanjung Riau Soroti Panitia Perpisahan dan Gaji Guru Baru serta Keamanan Sekolah
Babinsa Koramil 07/Reteh Himbau Warga Perkuat Kekompakkan dan Kebersamaan
Babinsa Koramil 07/Reteh Laksanakan Patroli Tapal Batas di Parit Ban Kel Metro
Babinsa Koramil 07/Reteh Kembali Laksanakan Pengawasan SDM di Desa Sanglar
Babinsa Bantu Distribusikan Program Makan Bergizi Gratis di Desa Lintas Utara
Babinsa Koramil 03/Tpl Laksanakan Kegiatan Patroli Karhutla Di Wilayah Desa Binaan