Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Penerimaan CPNS 2018 Dibuka, Kuota Guru 100.000
MEDIALOKAL.CO – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur telah mengumumkan penerimaan CPNS 2018 akan dibuka pada akhir Juli.
Jadwal penerimaan CPNS 2018 diungkapkan Asman usai Rakornas Kepegawaian 2018, Rabu (11/7/ 2018) di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.
“Ada 220 ribu ASN yang pensiun, oleh sebab itu dalam waktu dekat ini akan diumumkan formasinya untuk menempati posisi di pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga. Seleksi akan dilakukan oleh BKN,” jelas Asman.
Khusus untuk guru, kuotanya mencapai 100 ribuan. Kementerian Agama (Kemenag) dikabarkan mendapatkan alokasi 20 ribu CPNS untuk guru madrasah.
“Kita sekarang sedang berupaya mengangkat guru PNS,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam peluncuran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Pendidikan Agama Islam (PPKB-GPAI) di Tangerang Jumat malam (13/7).
Persiapan penerimaan guru CPNS itu masih terus dibahas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian PAN-RB, serta Bappenas.
Dia menerangkan, guru PNS di madrasah maupun sekolah umum secara nasional masih kurang. Untuk itu, pemerintah berencana membuka lowongan guru dalam jumlah besar. Untuk kuota CPNS guru di madrasah diperkirakan mencapai 20 ribu orang.
Lukman juga memberikan perhatian terkait keberadaan guru pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah umum. Menurutnya saat ini jumlah guru PAI di sekolah umum, masih kurang.
Selain itu, juga banyak guru PAI yang latar belakang kuliahnya bukan dari jurusan PAI, sehingga dikhawatirkan kurang maksimalkan dalam mengajarkan materi agama Islam kepada anak didik.
Menurut mantan Wakil Ketua MPR itu, guru PAI memiliki peran penting mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA serta perguruan tinggi. Makanya Kemenag terus menggalakkan moderasi dalam beragama. Khususnya di lingkungan sekolah.
“Moderasi beragama. Bukan moderasi agama. Karena agama itu sudah moderat,” katanya.
Dalam menjalankan atau memaknai agama, imbuhnya, ada dua kutub yang saling berjauhan. Yakni kutub paling ekstrem dan kutub paling radikal. Nah, moderasi beragama ingin membuat orang berada di tengah-tengah dalam beragama.
Dalam PPKB-GPAI yang dihadirkan adalah guru-guru instruktur nasional. Diharapkan nanti mereka bisa menularkan hasil pengembangan keprofesian kepada guru-guru lainnya di daerah. Lukman menegaskan seorang guru harus terus belajar. (pojoksatu.id)


Berita Lainnya
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal