Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Gubri Syamsuar Tinjau Operasi Pasar Di Simpang Belutu Kandis
SIAK, MEDIALOKAL.CO -- Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar meninjau pelaksanaan operasi pasar yang berlangsung di Desa Simpang Belutu, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak Riau, Jumat (19/08/2022).
Pelaksanaan operasi pasar ini, merupakan upaya akselerasi penanganan inflasi di Provinsi Riau. Gubernur Riau menyebutkan, pelaksanaan kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Kota Pekanbaru, yang selanjutnya kegiatan juga akan dilaksanakan di Kota Dumai, dan termasuk Kabupaten Inhil.
Ia menyebutkan, saat ini inflasi di Provinsi Riau mencapai 7 persen, dan berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo agar inflasi setiap daerah, inflasinya harus berada di bawah 5 persen. Untuk itu, saat ini Pemprov Riau melalui Disperindagkop Riau berupaya mengatasi dengan melakukan operasi pasar murah serta melakukan penanaman di lingkungan masing-masing.
"Upaya menekan inflasi ini, bagaimana kita itu yang penting melakukan kerja nyata," katanya.
Selain melaksanakan operasi pasar, pihaknya juga mendorong masyarakat khususnya untuk melakukan penanaman pangan terutama penanam cabai yang masih tinggi harganya di Provinsi Riau.
"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk bersama-sama ikut menanam cabai," ajaknya.
Untuk itu, Gubri menyebutkan, bahwa pihaknya juga mengajak kerja sama BUMDes agar dapat melaksanakan penanaman cabai ini sebagai upaya untuk menekan harga cabai agar normal, dan untuk menjaga inflasi di daerah.
"Yang kita harapkan, upaya yang kita laksanakan ini dapat menurunkan inflasi ini," ungkapnya.
Untuk diketahui, barang yang dijual, saat pelaksanaan pasar murah di Simpang Belutu Kecamatan Kandis Kabupaten Siak diantaranya, cabai merah Rp.65.000/kg, bawang merah Rp.25.000/kg, gula rose brand Rp.13.000/kg, gula manis kita Rp 13.500/kg , beras belida Rp. 105.000/10 Kg.
Selanjutnya, beras topi koki Rp.100.000/10 kg, minyak goreng Rp. 12.000/liter, minyak goreng kemasan 2 liter Rp. 26.500/botol, beras kita kemasan ukuran 5kg Rp. 50.000/pcs, beras fortivit Rp 12.000/kg, daging kita Rp 85.000/kg, serta produk sayur lainnya dan produk-produk UMKM dari kecamatan Kandis.(*)


Berita Lainnya
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN