Penipuan Paket Luar Negeri Makin Profesional


PEKANBARU, Medialokal.co - Kecanggihan tehnologi juga bsrdampak negatif pada berkembangnya modus operandi kejahatan yang bsroreantasi pada kelancaran komunikasi lewat internet. Salah satunya, banyak modus kejahatan berupa penipuan melalui paket dari luar negeri.

Menanggapi hal ini, Ketua KNPI Riau Larshen Yunus Simamora mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Karena baru-baru ini DPD KNPI Riau banyak menerima pengaduan tentang penipuan seperti ini.

Modus penipuan paket dari luar negeri ini dengan mengirimkan pesan kepada calon korban bahwa mereka mendapatkan paket dari luar negeri. Iming-iming paket dengan nilai rupiah yang fantastis banyak menggoda calon korban.

"Seperti diketahui, setiap paket atau kiriman dari luar negeri akan dikenakan bea atau cukai berupa clearence," ungkap Larshen.

Dikatakannya, salah satu.modus yang digunakan para penipu itu memanfaatkan hal tersebut untuk meminta calon korban yang sudah masuk perangkapnya melakukan pembayaran biaya clearance terlebih dahulu, agar barang bisa dikirim. Padahal barang tidak dikirim.

Ketika calon korban sudah mengirimkan uang untuk clearence, maka si penipu akan kembali meminta dikirimkan uang dengan alasan biaya pengiriman barang masih kurang. Begitulah seterusnya. Padahal disatu sisi, barang tidak kunjung dikirim.

Selain itu, menurut Wasekjen DPP KNPI Larshen Yunus, penipu yang dimaksud juga menggunakan kurir palsu untuk memanipulasi kondisi, bahwa barang sedang dalam proses pengiriman, padahal hanya modus.

Ditambahkan Larshen, dari beberapa pengaduan kepadanya, didapat beberapa nomor telepon selular yang sering digunakan penipu dalam aksinya. 

"Ini nomor-nomor yang sering digunakan penipu, +27634182542
082121348835, dengan nama samaran Mark. Dan nomor rekening yang digunakan atas nama Inda Evira T Ginting, 140401002688504 
Bank BRI, dan 3607.0100.8663.504
atas nama Wiendhani Endina. Bank BRI," katanya.

Terakhir, Larshen meminta pihak berwajib memberikan peehatian lebih pada maslah ini. Karena ini sudah banyak korbannya, termasuk di Riau. 





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]