Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Golkar Pertanyakan Data Prabowo saat Bicara Ekonomi Indonesia
MEDIALOKAL.CO - Golkar mempertanyakan data lembaga internasional mana yang digunakan capres Prabowo Subianto saat bicara soal ekonomi Indonesia berada di kondisi rawan. Menurut Golkar, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap poitif ke depannya.
"Lembaga internasional yang mana yang dimaksud Pak Prabowo? Justru sebaliknya, Bank Dunia dalam laporan terbaru bertajuk 'Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Oktober 2018' mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap positif didukung permintaan domestik yang kuat. Hal itu tetap terjadi meskipun lingkungan global belum stabil dan tidak menentu," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada detikcom, Jumat (5/10/2018).
Dia mengatakan Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2018 dan 2019 dan secara bertahap menguat menjadi 5,3 persen pada 2020. Meski demikian, Ace mengakui pemerintah mesti tetap waspada terhadap kemungkinan ketidakstabilan ekonomi global.
"Bahwa pemerintah perlu waspada terhadap kemungkinan ketidakstabilan ekonomi global ya betul. Risiko gejolak pasar akibat perang dagang perlu diantisipasi dengan memperkuat fundamental ekonomi kita, terutama neraca perdagangan ekspor-impor, tentu pemerintahan Jokowi tidak tinggal diam. Sudah banyak langkah-langkah kebijakan ekonomi untuk menangani terjadinya gejolak pasar internasional," ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo mengumpulkan tim pemenangannya yang ahli di bidang ekonomi. Ia memandang perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi serius.
"Malam hari ini dari beberapa jam lalu kita telah mengumpulkan beberapa ahli ekonomi terkemuka di Indonesia yang sudah menjadi tim ekonomi kami," ujar Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).
"Kita yang tidak dapat mungkiri dirasakan oleh seluruh bangsa dalam keadaan yang tak menggembirakan, bahkan oleh lembaga internasional, Indonesia termasuk digolongkan di antara 5 negara emerging market yang rawan prospek ekonominya dalam waktu yang akan datang," sambungnya.
(detik.com)


Berita Lainnya
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV 2025 KPU Riau Perkuat Kualitas Data Pemilih
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV 2025 KPU Riau Perkuat Kualitas Data Pemilih