Limbah Organik PKS PT SPC di Rohil Dimanfaatkan untuk Pengganti Pupuk
ROKANHILIR - Sebagai pengganti pupuk kimia pada tanaman kelapa sawit, limbah cair dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sinar Perdana Caraka (SPC) di Kabupaten Rokan Hilir dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman kelapa sawit milik masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh Darmawan Siregar Health Safety Environment (HSE) unit PT SPC Wilmar Grup, Darmawan Siregar kepada wartawan, Jumat (10/2/2023) petang saat ditemui di PKS PT SPC, di Jln Lintas Sumatera KM 38 Kepenghuluan Balai Jaya Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir.
Dia mengatakan bahwa pengelolaan limbah cair organik dari hasil pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit PKS SPC memang diperuntukkan untuk lahan masyarakat dan telah mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir.
"Itu istilahnya Land Aplikasi, atas dasar permintaan masyarakat dan akhirnya diizinkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir," ungkap Darmawan.
Humas Unit Wilmar Group, Ismail Hasibuan juga mengungkapkan, limbah cair yang dialirkan ke lahan masyarakat itu merupakan limbah organik yang artinya tidak mengandung bahan kimia dan sangat subur untuk tanaman termasuk kelapa sawit.
Dia menjelaskan limbah tersebut bukan kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) melainkan limbah organik yang disalurkan dengan pengelolaan Land Aplikasi (LA) dan sudah ada izinnya serta tata kelolanya juga sudah sesuai dengan ketentuan dan Undang-undang.
"Sebenarnya itu malah membantu masyarakat hemat biaya pupuk. Seharusnya setahun 3 kali pemupukan (kimia), bisa dipupuk setahun sekali atau lebih," ujarnya.
Sementara itu, masyarakat Dusun Sei Embacang Kepenghuluan Balai Jaya Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir, Jumiin (58) mengaku bersyukur karena lahan kebun sawit miliknya dialiri limbah cair.
Selain menghemat uang pupuk, unsur hara dari limbah cair itu cukup untuk mensuplay nutrisi pohon kelapa sawit sehingga tidak perlu lagi membeli pupuk kimia.
"Tentunya kami sangat bersyukur sehingga dapat menghemat untuk membeli pupuk kimia," ucapnya.
Senada juga diucapkan warga lainnya, Dedi Sasmica (40) mengaku bersyukur atas limbah cair yang dialiri ke lahan sawitnya.
Dengan begitu, ia hanya mengaplikasikan pupuk kimia 2 tahun sekali.
"Pertama kami ucapkan terimakasih kepada SPC, karena ini sangat membantu kami petani kecil," pungkasnya.


Berita Lainnya
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Koto Gasib Berikan Bantuan Bibit Jagung Pipil kepada Petani
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Koto Gasib Berikan Bantuan Bibit Jagung Pipil kepada Petani
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan