Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
LSI: Jika Ahok Kampanye, Risiko Buat Jokowi
MEDIALOKAL.CO - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikabarkan akan kembali terjun ke politik. Ia bahkan disebut-sebut bakal gabung ke PDI Perjuangan.
Founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyarankan agar Ahok beristirahat sejenak dari politik praktis. Menurut Denny JA, Ahok sebaiknya tidak ikut serta dalam kegiatan kampanye capres Joko Widodo.
"Untuk jangka pendek, sebaiknya Ahok istirahat dulu. Masih terlalu berisiko mengikutsertakan Ahok dalam kampanye. Lebih lagi kalau itu digoreng pihak lawan. Jadi sebaiknya Ahok tidak diikutsertakan," kata Denny kepada wartawan, Rabu (28/11/2018).
Alasannya, Ahok butuh waktu untuk 'memulihkan diri' selepas menyelesaikan masa tahanannya. Denny menilai kehadiran Ahok justru berisiko bagi Jokowi.
Ia mengatakan, Ahok harus membuat 'success story' ketika keluar dari tahanan. Namun 'success story' itu, sebut Denny, harus melalui proses.
Denny membagi proses 'success story' Ahok itu dalam 3 bagian: jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Dia harus membuat success story setelah keluar dari tahanan dan yang paling bisa jabatan yang diangkat," jelas Denny.
Ia menjelaskan, dalam jangka pendek sebaiknya Ahok tidak terlibat di politik. Kemudian dalam jangka menengah, Ahok bisa masuk ke politik lewat penunjukkan. Misal Ahok diangkat presiden sebagai menteri.
"Jabatan yang pas untuk dia jabatan yang diangkat. Misalnya menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, keras untuk perbuatan yang bersih. Jabatan yang berurusan dengan pemberantasan korupsi. The right man on the right place untuk memberantas korupsi, di samping korupsi memang gila-gilaan di Indonesia," ujar Denny.
Setelah itu, sebut Denny, baru Ahok bisa kembali masuk di politik pemilihan. Ia menyebut Ahok bisa saja ikut serta lagi dama pemilihan bupati/wali kota dan gubernur.
"Jangka anjang baru dia bisa datang ke pemilihan bupati, walkot, maupun gubernur. Namun tidak presiden. Karena presiden atau wapres terlalu sensitif untuk dia. Dia figur pemimpin yang pas untuk isu-isu pemberantasan korupsi," pungkasnya.
(detik.com)


Berita Lainnya
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV 2025 KPU Riau Perkuat Kualitas Data Pemilih
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV 2025 KPU Riau Perkuat Kualitas Data Pemilih