Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Tidak Tepat Guna, Bangunan MCK di Rohil ini diduga Ada Kepentingan
BAGANBATU - Bangunan MCK (Mandi Cuci Kakus) yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rohil di Pajak Baru Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil ini diduga syarat kepentingan.
Pasalnya, MCK di area Pajak Baru itu sudah ada, bahkan lebih dari satu. Sehingga pembangunan MCK ini diduga ada kepentingan sepihak untuk memperkaya diri sendiri.
Pantauan spiritriau.com, Kamis 9/11 siang, MCK Kombinasi IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) Komunal itu dibangun persis dekat dengan bangunan Pajak Moderen yang sejak dibangun hingga kini mangkrak, bahkan pada bagian bawah bangunan Pajak Moderen yang mangkrak itu juga ada MCK yang hingga saat ini masih dapat dipergunakan.
Selain itu, pada bagian pasar ikannya, juga terdapat MCK yang sedari dulu hingga saat ini masih dipergunakan tanpa ada kendala apapun.
Bahkan, MCK Mesjid yang tepat berada di bagian Pajak Baru itu juga selama ini masih dapat digunakan masyarakat yang jualan dan pembeli.
Pantauan awak media pada Kamis (9/11) siang, bangunan MCK Kombinasi IPAL Komunal Dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang menelan anggaran Rp 487.650.000, saat ini dalam tahap pengerjaan.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari proyek tersebut, Tasan ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa penempatan proyek tersebut sudah melalui proses peninjauan.
" Informasinya di sana tak ada MCK umum, itu makanya setelah kita koordinasi sama kelurahan maka kita bangun di situ," ungkap Tasan.
Namun, saat disinggung bahwa di area Pajak Baru itu sudah ada beberapa MCK, Tasan mengaku tidak mengetahui, bahkan saat disinggung tentang peninjauan kelayakan tepat guna, Tasan terkesan menghindar.
" Coba koordinasi dululah sama Pak Lurah," pintanya yang membuat kuat dugaan bahwa pihak PPTK tidak pernah melakukan peninjauan terlebih dahulu, sehingga semakin kuat pula dugaan adanya kepentingan pribadi pada proyek tersebut. (Src)


Berita Lainnya
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN