DPC GMNI INHIL Gelar Diskusi Terbuka, Program Sentra Hilirisasi Kelapa Nasional Kenapa Bukan Inhil yang Mendapatkannya ?


?Indragiri Hilir — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indragiri Hilir menggelar Diskusi Terbuka bertajuk “Program Sentra Hilirisasi Kelapa Nasional, Mengapa Bukan Inhil yang Mendapatkannya?” yang bertempat di Trezora Cafe, Tembilahan. Sabtu (22/11/2025)



Kegiatan ini menyoroti keputusan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang tidak menempatkan Kabupaten Indragiri Hilir sebagai lokasi Program Sentra Hilirisasi Kelapa Nasional, sebuah keputusan yang dinilai banyak pihak sebagai ironi besar, mengingat Inhil adalah daerah dengan hamparan kelapa terbesar di Indonesia dan bahkan dikenal sebagai Hamparan Kelapa Dunia.

Dua narasumber utama hadir dalam diskusi ini: Dwi Budianto, S.Sos., M.Si., Asisten II Setda Inhil, serta HM. Yusuf Said, Ketua Apindo Inhil sekaligus anggota DPRD Inhil. Keduanya mengupas secara kritis posisi Inhil dalam peta hilirisasi kelapa nasional. Forum intelektual ini dipandu oleh Saipudin Ikhwan atau yang akrab disapa sebagai Bung Boboy dengan menjaga dinamika forum tetap fokus dan progresif.

Kegiatan ini menarik perhatian luas, dihadiri organisasi Cipayung Plus, organisasi wartawan, hingga berbagai elemen masyarakat. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa hilangnya peluang Inhil dalam program hilirisasi bukan sekadar isu teknis, tetapi persoalan strategis yang menyangkut ekonomi daerah, keberlanjutan perkebunan kelapa, dan masa depan kesejahteraan masyarakat.

Melalui forum ini, DPC GMNI Inhil menegaskan bahwa diam bukan pilihan. Dengan potensi kelapa yang begitu besar, Inhil seharusnya berada di garis depan program hilirisasi nasional, bukan justru terpinggirkan. GMNI Inhil mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah lebih tegas, terukur, dan berkelanjutan guna memperjuangkan hak Inhil sebagai salah satu pusat kelapa terpenting di Indonesia. (*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]