Pilihan
Bupati Afni, Bagus Tidaknya Wajah Kabupaten Ditentukan Admin Medsos OPD
Polres Siak Ringkus Pelaku Penyalahgunaan BBM Dalam Sepekan
Tak Biarkan Pulau Kijang Menangis Sendiri, NasDem Riau Hadir dengan Kepedulian Nyata
RETEH, Medialokal.co - Langkah kaki rombongan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Riau menapaki sisa arang di Pasar BOM, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. Di bawah komando Sekretaris Yopi Arianto, mereka hadir bukan sekadar meninjau, tapi merangkul luka warga yang rumah dan kiosnya luluh dilalap api beberapa hari lalu.
Kedatangan itu disambut hangat Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Camat Reteh Hasnur Rasidi bersama Lurah Pulau Kijang dan para tokoh masyarakat berdiri di garda depan, menyambut uluran tangan yang datang dari tanah Melayu Riau untuk saudara sebangsa.
Turut mendampingi, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Indragiri Hilir beserta jajaran. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa duka Pulau Kijang adalah duka bersama, bahwa Indonesia tak pernah membiarkan satu jengkal pun wilayahnya menangis sendiri.
Mewakili Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau, rombongan datang setelah mendengar kabar duka dari DPD NasDem Inhil. Sebab bagi mereka, politik sejatinya adalah kerja kemanusiaan, kerja merawat harapan di tengah puing.
Di antara sisa bangunan yang menghitam, Yopi Arianto menatap mata warga satu per satu. Ia mendengar, ia mencatat, ia merasakan. Karena kebijakan yang baik lahir dari telinga yang mau mendengar denyut nadi rakyat.
"Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Bantuan yang disalurkan ini memang tidak banyak cuma sebesar 10 juta rupiah, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses pemulihan," ungkap Yopi Arianto Bupati Inhu 2 Priode itu dengan lirih namun penuh keteguhan.
Camat Reteh, Hasnur Rasidi, tak kuasa menyembunyikan haru. Atas nama warga, ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang datang tanpa diminta, atas solidaritas yang menguatkan di saat rapuh.
Ada sekitar 106 rumah dan kios yang rata dengan tanah. Di balik angka itu ada petani kelapa, petani pinang, dan nelayan yang kehilangan tempat berteduh sekaligus sumber nafkah. Mereka yang selama ini menghidupi negeri dari hasil bumi dan laut, kini menanti uluran tangan negeri.
Dari Pulau Kijang sore itu, pesan kebangsaan bergema bahwa luka satu daerah adalah luka Indonesia. Bahwa bangkitnya Pulau Kijang adalah kebangkitan kita semua. Karena sejatinya, Merah Putih dijahit dari kepedulian pada sesama anak bangsa.(*)


Berita Lainnya
Babinsa Koramil 04/Kuindra Sentuh Warga dengan Humanis, Ajak Jaga Kamtibmas
Babinsa Koramil 07/Reteh Ajak Warga Sanglar Rawat Silaturahmi dan Dukung Ketahanan Pangan
Rutin Gandeng Warga, Peltu Nofiandi Patroli Tapal Batas Antisipasi Karhutla di Reteh
Babinsa 03/Tpl Komsos di Tengah Pembangunan KDMP
Babinsa Sungai Gantang Patroli Karhutla, Situasi Wilayah Aman Terkendali
Babinsa Koramil 09/Kemuning Turut Angkat Cangkul, Gotong Royong Bangun Musholla di Keritang Hulu
Babinsa Koramil 04/Kuindra Sentuh Warga dengan Humanis, Ajak Jaga Kamtibmas
Babinsa Koramil 07/Reteh Ajak Warga Sanglar Rawat Silaturahmi dan Dukung Ketahanan Pangan
Rutin Gandeng Warga, Peltu Nofiandi Patroli Tapal Batas Antisipasi Karhutla di Reteh
Babinsa 03/Tpl Komsos di Tengah Pembangunan KDMP
Babinsa Sungai Gantang Patroli Karhutla, Situasi Wilayah Aman Terkendali
Babinsa Koramil 09/Kemuning Turut Angkat Cangkul, Gotong Royong Bangun Musholla di Keritang Hulu