Pilihan
Bupati Afni, Bagus Tidaknya Wajah Kabupaten Ditentukan Admin Medsos OPD
Polres Siak Ringkus Pelaku Penyalahgunaan BBM Dalam Sepekan
Di Ladang Batu Ampar, Camat Kemuning Tanam Jagung Tanam Cinta untuk Rakyat
Kemuning – Selasa (21/4/2026) pukul 11.00 WIB, langkah Camat Kemuning NURLIANTIN, SE., MH. menjejak tanah di RT 016 RW 006 Dusun Kubang Gajah, Desa Batu Ampar. Di lahan 2 hektar itu, bukan hanya benih jagung kuartal II yang ditanam. Tapi juga kasih, juga peduli, juga janji bahwa negara hadir sampai ke lumpur.
Kegiatan penanaman jagung dan holtikultura tumpang sari ini bagian dari Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional menuju Swasembada Pangan 2026. NURLIANTIN tak datang sekadar seremonial. Ia menunduk, ikut menggenggam benih, berdiri sejajar dengan Sdra. SUKIAT dan lima petani yang tangannya lebih akrab dengan cangkul daripada podium.

Bersamanya, hadir pula Kapolsek Kemuning KOMPOL M. SIMANUNGKALIT, SH., MH., Kanit Binmas IPTU J.B SIAGIAN, Kades Batu Ampar MAHRONI, Bhabinkamtibmas AIPDA DESI SUTOWO, Ketua BPD SUSKA AFRIYANDI, http://S.Com., PPL Perkebunan SAMSUL, S.P, PPL Pertanian YURNALIS, S.P, beserta perangkat desa dan staf kecamatan. Semua melebur jadi satu: pelayan rakyat di ladang rakyat.
Bagi NURLIANTIN, swasembada tak boleh berhenti di kertas rencana. Ia harus hidup di tanah, di tangan petani, di dapur warga. Sebab satu tongkol jagung yang tumbuh hari ini adalah satu alasan bagi anak-anak Batu Ampar untuk tidak lapar esok hari.
Di sela penanaman, ia menyapa warga satu per satu. Mendengar keluh, mencatat harap. Karena bagi seorang Camat, membangun komunikasi bukan lewat pengeras suara, tapi lewat tatap mata dan langkah yang mau kotor bersama.
Program ini, katanya, adalah cara pemerintah merawat potensi lokal. Tumpang sari holtikultura dipilih agar tanah 2 hektar itu bicara banyak: ada jagung, ada sayur, ada hidup yang beragam tapi saling menguatkan. Seperti Kemuning, seperti Inhil, seperti Indonesia.
Polri dan pemerintah desa mendampingi bukan untuk menggurui, tapi untuk memastikan petani tak berjalan sendiri. Sebab ketahanan pangan adalah urusan perut, dan perut tak bisa menunggu rapat selesai.
Dari Kubang Gajah siang itu, NURLIANTIN menanam pesan: jabatan hanya berarti jika mau turun ke tanah. Dan cinta pada rakyat dibuktikan bukan dengan kata, tapi dengan hadir saat benih dimasukkan ke bumi, dengan setia menunggu ia tumbuh, dengan memastikan hasilnya sampai ke piring makan.
Ketika jagung itu kelak menguning, yang dipanen bukan sekadar hasil kebun. Tapi kepercayaan. Bahwa Camatnya ada, negaranya peduli, dan Batu Ampar tak pernah ditinggalkan sendiri merawat harapan.(*)


Berita Lainnya
Saat Pemuda Mengetuk Pintu Lapas, Mahmudin: Stigma Lebih Kejam dari Hukuman, Beri Warga Binaan Kesempatan Kedua
Saat Polsek Kemuning Menunduk ke Ladang, Swasembada 2026 Ditulis dengan Keringat di Inhil
Pemuda Inhil Menagih Ruang, DPRD Menjawab: Mari Rancang Masa Depan Bersama
Dari Aula Desa Sungai Luar, Polres Inhil Rajut Tameng untuk Anak Bangsa dari Narkoba
BABINSA SERTU ICHLAS MANALU LAKUKAN KOMSOS DENGAN WARGA DI DESA SUNGAI GANTANG
BABINSA KORAMIL 03/TPL PELDA DAMRIANTO KUNJUNGI DESA BINAAN SUNGAI RABIT, KEC. KEMPAS
Saat Pemuda Mengetuk Pintu Lapas, Mahmudin: Stigma Lebih Kejam dari Hukuman, Beri Warga Binaan Kesempatan Kedua
Saat Polsek Kemuning Menunduk ke Ladang, Swasembada 2026 Ditulis dengan Keringat di Inhil
Pemuda Inhil Menagih Ruang, DPRD Menjawab: Mari Rancang Masa Depan Bersama
Dari Aula Desa Sungai Luar, Polres Inhil Rajut Tameng untuk Anak Bangsa dari Narkoba
BABINSA SERTU ICHLAS MANALU LAKUKAN KOMSOS DENGAN WARGA DI DESA SUNGAI GANTANG
BABINSA KORAMIL 03/TPL PELDA DAMRIANTO KUNJUNGI DESA BINAAN SUNGAI RABIT, KEC. KEMPAS