Gotong Royong di Sencalang, Koptu Setiawan: Kekompakan Warga Adalah Benteng Desa


Indragiri Hilir – Jumat (24/4/2026) pukul 08.30 WIB, pagi di Desa Sencalang, Kecamatan Kemuning, terasa berbeda. Koptu Setiawan, Babinsa Koramil 09/Kemuning Kodim 0314/Inhil, turun langsung memimpin gotong royong bersama warga. Cangkul, sapu, dan senyum jadi senjata.

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Ia bertujuan untuk meningkatkan jiwa kekompakan dan saling membantu di wilayah Desa Sencalang. Sebab desa yang kompak adalah desa yang kuat, desa yang kuat adalah benteng pertama NKRI.

Di bawah mentari pagi, Koptu Setiawan membaur. Tak ada jarak pangkat. Ia angkat sampah bersama bapak-bapak, ia rapikan parit bersama pemuda. Keringat yang menetes jadi bukti: TNI hadir bukan memerintah, tapi memberi contoh.

Bagi Koptu Setiawan, gotong royong adalah sekolah kebangsaan paling nyata. Di sana warga belajar bahwa perbedaan pekerjaan tak menghalangi satu tujuan. Bahwa tangan yang berbeda bisa mengangkat beban yang sama.

Warga Sencalang menyambut hangat. Ibu-ibu siapkan air minum, anak-anak ikut memungut daun kering. Semua bergerak. Karena ketika Babinsa turun, semangat warga ikut naik. Ketika loreng hadir, persaudaraan menguat.

Selama kegiatan, suasana berjalan aman dan tertib. Tak ada yang merasa terbebani. Yang ada hanya tawa, cerita, dan rasa memiliki. Desa ini milik bersama, maka menjaganya pun tugas bersama.

Dari Sencalang, kita diingatkan: gotong royong bukan warisan masa lalu. Ia kebutuhan hari ini. Di tengah zaman yang serba individu, kerja bakti jadi pengikat. Ia rawat empati, ia pupuk toleransi.

Koptu Setiawan dan warga Sencalang membuktikan, kekompakan tak lahir dari rapat di ruangan ber-AC. Ia lahir dari peluh yang sama di lapangan. Dari sapu yang diayun beriringan.

Pagi itu berakhir, tapi semangatnya tidak. Sencalang kini lebih bersih, warganya lebih dekat. Dan Indonesia, lewat desa-desa seperti ini, punya alasan untuk tetap optimis.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]