Di Tempuling Harapan Disemai, Polres Inhil Sebarkan Paham Bahaya Narkoba Untuk Selamatkan Negeri


Indragiri Hilir – Jumat (24/4/2026) pukul 09.00 WIB, Aula Kantor Lurah Tempuling tak lagi sunyi. Di sana, Polres Inhil lewat Satuan Binmas datang bukan dengan borgol, tapi dengan kepedulian. Sosialisasi bahaya narkoba digelar, mengetuk hati demi selamatkan generasi.

Kasat Binmas Polres Inhil IPTU Agus Ferinaldi, S.Sos., M.H. memimpin langsung. Duduk bersama Sekretaris Kelurahan Tempuling Ayu Novrianti, S.Sos.I, Kasi Kesos Nurasiah, S.E, Bhabinkamtibmas Aipda Dodi Saputra, para Ketua RW, RT, tokoh masyarakat, dan warga. Semua menyatu, sebab musuh yang dihadapi sama: narkoba.

Acara dibuka dengan sambutan Kasi Kesos Kelurahan Tempuling. Lalu IPTU Agus Ferinaldi mengurai satu per satu jenis narkoba. Ia gambarkan dampaknya: tubuh yang remuk, keluarga yang hancur, mimpi anak bangsa yang pudar sebelum sempat mekar.

Sekretaris Kelurahan Tempuling turut bicara. Ruang aula jadi ruang belajar. Lalu tanya jawab mengalir. Warga bertanya, polisi menjawab. Tak ada sekat. Yang ada hanya keresahan yang sama: jangan biarkan narkoba rebut anak-anak Tempuling.

“Dalam sosialisasi tersebut, Kasat Binmas IPTU Agus Ferinaldi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Ia juga mengajak warga untuk tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya dengan nada lirih namun tegas.

Sebab perang melawan narkoba tak bisa dimenangkan polisi sendiri. Ia butuh mata dan telinga warga. Butuh keberanian ibu melaporkan, butuh kepedulian RT yang tak tutup mata, butuh pemuda yang berani berkata tidak.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami bahaya narkoba, serta dapat bersama-sama berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredarannya,” tambah IPTU Agus Ferinaldi. Harap itu menggantung di udara, masuk ke setiap dada yang hadir.

Dari Tempuling hari itu, pesan untuk Indonesia bergema pilu: satu gram sabu yang lolos bisa bunuh satu masa depan. Satu bandar yang dibiarkan bisa hancurkan satu kampung. Maka diam bukan pilihan.

Sebab negeri ini terlalu mulia untuk diserahkan pada narkoba. Sebab anak-anak Inhil terlalu berharga untuk dikorbankan. Dan selama masih ada polisi yang mau turun ke aula kelurahan, selama masih ada warga yang mau mendengar, maka harapan itu belum padam.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]