Komsos di Pulau Kijang, Sertu Benri Rajut Silaturahmi: Panas Ekstrem, Lahan Jangan Dibakar


Reteh – Sabtu (25/4/2026) pukul 08.30 WIB, mentari baru saja tinggi di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Inhil. Sertu Benri, Babinsa Koramil 07/Reteh, memilih duduk melingkar bersama warga. Tak ada jarak pangkat, yang ada hanya hati. Agenda pagi itu: komsos, merajut silaturahmi.

Bagi Sertu Benri, desa binaan bukan sekadar wilayah di peta. Ia rumah kedua. Warganya adalah keluarga. Maka komsos bukan tugas, tapi kebutuhan. Sebab hubungan yang baik antara Babinsa dan warga adalah benteng pertama menjaga kampung.

Di tengah obrolan santai, terselip pesan yang tak bisa ditunda. Cuaca sedang ekstrem panas. Tanah mengering, dedaunan merintih. Satu percik api bisa jadi petaka. “Dengan ekstremnya cuaca panas, mengajak warga tidak sembarangan membakar lahan,” ucap Sertu Benri, lirih tapi tegas.

Ia tak melarang dengan bentakan. Ia mengajak dengan kepedulian. Sebab Sertu Benri tahu, asap karhutla tak pandang bulu. Yang batuk bukan hanya pembakar lahan. Anak-anak sekolah, ibu yang menjemur pakaian, kakek yang duduk di teras — semua jadi korban.

Komsos pagi itu jadi ruang saling jaga. Warga bercerita, Babinsa mendengar. Tentang kebun yang kering, tentang khawatir api menjalar. Tentang janji bersama: jaga Pulau Kijang tetap hijau, jaga udara Reteh tetap bersih.

Sertu Benri sadar, mencegah lebih mulia dari memadamkan. Lebih mudah ingatkan satu warga hari ini, daripada padamkan satu hektare esok hari. Maka ia pilih turun, ia pilih bicara dari hati ke hati.

Pukul 10.00 WIB, kegiatan selesai. Aman dan lancar. Namun pesan yang ditinggalkan tak ikut selesai. Ia menetap di dada warga: hormati tanah ini, jangan lukai dengan api. Karena sekali terbakar, luka itu lama sembuhnya.

Dari Pulau Kijang, kita diingatkan. Bahwa Babinsa tak selalu datang dengan senjata. Kadang ia datang dengan senyum, dengan imbauan, dengan cinta pada desanya. Dan itulah kekuatan teritorial yang sesungguhnya.

Sebab negeri ini dijaga bukan hanya oleh patroli, tapi oleh silaturahmi. Dijaga bukan hanya oleh pasal, tapi oleh kepedulian. Dan selama Sertu Benri masih mau duduk bersama warga, maka Pulau Kijang punya alasan untuk tetap berharap.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]