Serda Margono Rajut Silaturahmi: Dari Obrolan Pagi Lahir Situasi Aman di Desa Binaan


Reteh – Minggu (26/4/2026) pukul 09.00 WIB, pagi di Diktl. Madani terasa berbeda. Serda Margono, Babinsa Koramil 07/Reteh Kodim 0314/Inhil, duduk melingkar bersama warga desa binaan. Tak ada jarak, tak ada sekat. Yang ada hanya obrolan hangat bernama Komsos.

Bagi Serda Margono, Komunikasi Sosial bukan sekadar agenda. Ia napas teritorial. “Komunikasi Sosial yang dilakukan merupakan tempat Silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat sekitar yang dapat memupuk kebersamaan dan menimbulkan rasa saling hormat menghormati antar sesama di wilayah binaan,” tuturnya.

Di Diktl. Madani pagi itu, Komsos jadi ruang membaca denyut desa. Serda Margono ingin tahu: bagaimana kondisi sosial masyarakat hari ini. Apa yang dirisaukan, apa yang diharapkan. Sebab dari data dan fakta di lapangan, tugas kewilayahan jadi lebih tepat menyasar.

Komsos juga jadi jembatan pesan. Tentang keamanan, tentang ketertiban. Tentang pentingnya warga dan Babinsa bergandengan tangan. “Komunikasi sosial sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban kepada para masyarakat serta warga dan untuk selalu menjalin kerjasama dengan Babinsa keamanan kewilayahan,” tegas Serda Margono.

Ia percaya, bicara langsung jauh lebih efektif. Mata bertemu mata, hati menyentuh hati. “Kegiatan Komsos yang dilakukan Babinsa secara langsung akan lebih efektif dan tepat sasaran hasilnya,” ujarnya. Karena kepercayaan tak tumbuh dari surat, tapi dari hadir.

Dari komsos lahir kecepatan. “Dengan aktif melaksanakan kegiatan Komsos bersama masyarakat, segala informasi yang terjadi di wilayah binaan akan dapat cepat diketahui dan diatasi bersama masyarakat binaan,” tambah Serda Margono. Satu kabar kecil bisa cegah masalah besar.

Warga menyambut. Sebab mereka tahu, Babinsa yang rajin turun adalah Babinsa yang peduli. Keamanan desa tak dijaga dengan senjata, tapi dengan kebersamaan. Dengan rasa saling hormat, saling jaga, saling asah, asih, asuh.

Selama kegiatan, suasana berjalan aman dan tertib. Tak ada riak, yang ada hanya senyum. Sebab ketika Babinsa dan rakyat duduk sama rendah, maka desa pun kuat.

Dari Diktl. Madani, pesan itu sederhana: menjaga wilayah dimulai dari menjaga hati. Membela negara dimulai dari merawat silaturahmi. Dan selama Serda Margono masih mau mendengar, maka desa binaan punya alasan untuk tetap tenang.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]