Langit Tanjung Melayu Tetap Biru: Patroli Tapal Batas Serda Ali B. Harahap Pastikan Inhil Bebas Asap


Kuindra – Minggu (26/4/2026) pukul 11.00 WIB, terik tak menghalangi langkah Serda Ali B. Harahap. Babinsa Koramil 04/Kuindra itu bergerak bersama dua warga menyisir tapal batas di Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Inhil. Dua unit SPM jadi saksi: mereka sedang menjaga napas Inhil.

Patroli berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Satu jam yang krusial. Di titik koordinat -0°14'56,986"S 103°24'13,487"E, tiga pasang mata itu menyapu setiap jengkal tanah. Mencari yang paling ditakuti saat kemarau: asap tipis, bara kecil, titik api yang bisa jadi bencana.

Sosialisasi jadi senjata pertama. Sebelum patroli, Serda Ali B. Harahap bicara dari hati ke hati dengan warga. Tentang hutan yang tak boleh terbakar. Tentang udara bersih yang tak ternilai. Tentang dosa membakar lahan yang hukumannya tak hanya penjara, tapi juga sesak napas satu kabupaten.

Ini bukan sekadar patroli rutin. Ini ikhtiar kolektif. Satu TNI, dua masyarakat. Kekuatan kecil dengan misi besar. Sebab mereka paham, Karhutla tak bisa dilawan sendirian. Ia butuh mata yang awas di lapangan, dan kesadaran yang tumbuh di rumah-rumah warga.

Lalu kabar baik itu datang. “Untuk hasil tidak ditemukan titik api dan asap,” lapor Serda Ali B. Harahap. Kalimat pendek yang melegakan. Nihil berarti aman. Nihil berarti hari ini anak-anak Tanjung Melayu masih bisa menghirup udara tanpa masker.

Hasil nihil adalah kemenangan. Titik api dan asap nihil berarti sekolah tak diliburkan. Berarti nelayan bisa melaut tanpa halangan kabut. Berarti ekonomi tetap jalan karena bandara tak ditutup asap kiriman. Satu kata "nihil" menyelamatkan banyak hal.

Situasi aman dan terkendali. Tapi Serda Ali B. Harahap tak mau lengah. Baginya, patroli tapal batas adalah vaksinasi. Harus rutin, harus konsisten. Karena api lebih cepat dari pemadam. Dan mencegah selalu lebih murah daripada memadamkan.

Dari Tanjung Melayu, pesan itu mengalir ke seluruh Inhil: hutan adalah paru-paru kita. Menjaganya adalah jihad lingkungan. Ketika Babinsa dan rakyat satu langkah, maka asap tak punya celah untuk masuk.

Satu jam patroli, tiga personel, dua SPM, satu tujuan: Inhil bebas asap. Dan selama masih ada Serda Ali B. Harahap yang mau panas-panasan di tapal batas, maka langit Kuala Indragiri akan tetap biru untuk anak cucu.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]