Bukan Hanya Jaga Wilayah, Sertu Tulus Jaga Gizi: Pendampingan MBG di Keritang Sentuh Santri & Balita


Keritang – Senin (27/4/2026) pukul 09.30 WIB, dapur SPPG Yayasan Islam Terpadu Robbani di Desa Lintas Utara, Kecamatan Keritang, Inhil, sudah mengepul. Bukan asap biasa. Itu uap harapan. Hari itu, Program Makan Bergizi Gratis kembali hadir, dikawal langsung Sertu Tulus, Babinsa Koramil 09/Kemuning.

Pendampingan oleh Sertu Tulus bukan sekadar hadir. Ia pastikan setiap piring yang keluar dari dapur sampai ke tangan penerima dengan layak. Di Ponpes Anwarul Ulum, 601 porsi disiapkan. Angka yang besar, tanggung jawab yang tak ringan. Sebab satu porsi hari ini, adalah satu investasi untuk otak cerdas esok hari.

Menu yang disajikan berbeda, sesuai kebutuhan. Untuk porsi sekolah: nasi putih, ayam kecap, tahu goreng, acar timun wortel, dan pisang. Lengkap, bergizi, mengenyangkan. Agar santri kuat mengaji, kuat menghafal, kuat menuntut ilmu.

Perhatian khusus diberikan untuk ibu hamil dan busui. Porsi mereka lebih lengkap: nasi putih, ayam kecap, tahu goreng, timun, pisang, susu full cream, telur rebus, pear, hingga kelengkeng. Karena bangsa yang besar lahir dari ibu yang sehat dan bayi yang tercukupi gizinya sejak dalam kandungan.

Tak luput, balita juga dapat perhatian. Nasi putih, ayam kecap, tahu goreng, timun, kelengkeng, susu full cream, telur rebus, dan pisang tersaji untuk mereka. Sertu Tulus menyaksikan sendiri senyum anak-anak saat menerima makanan. Senyum yang tak ternilai, senyum yang jadi bahan bakar semangatnya sebagai Babinsa.

Total 601 porsi untuk Ponpes Anwarul Ulum tersalurkan tanpa kendala. Sertu Tulus melaporkan, “Permasalahan menonjol: nihil.” Kalimat pendek yang melegakan. Artinya dapur lancar, distribusi aman, penerima manfaat tersenyum. Artinya negara hadir sampai ke sendok terakhir di Lintas Utara.

Bagi Sertu Tulus, MBG adalah wujud nyata TNI peduli rakyat. Bukan dengan senjata, tapi dengan memastikan gizi. Bukan dengan perintah, tapi dengan pendampingan. Karena ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Dan ketahanan nasional dimulai dari perut yang tak lagi lapar.

Dari Jalan Lintas Utara, Desa Lintas Utara, pesan itu bergema ke seluruh Inhil. Program MBG bukan sekadar bagi makanan. Ia adalah ikhtiar mencetak generasi emas. Generasi yang otaknya cerdas karena gizinya cukup, yang hatinya kuat karena negaranya peduli.

Selama masih ada Babinsa seperti Sertu Tulus yang mau berdiri di samping dapur, maka Inhil punya harapan. Harapan bahwa tak akan ada lagi anak yang belajar dengan perut kosong. Bahwa Indonesia Emas 2045 sedang dimasak hari ini, di dapur-dapur seperti milik Yayasan Islam Terpadu Robbani.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]