Komsos Humanis di Desa Pasanggrahan, Serka Yadi Yanto: Babinsa Pembina Desa, Pintu Komunikasi Selalu Terbuka


Reteh – Senin (27/4/2026) pukul 09.00 WIB, Desa Pasanggrahan kedatangan tamu penting. Bukan pejabat, tapi penjaga hati warga. Serka Yadi Yanto, Babinsa Koramil 07/Reteh Kodim 0314/Inhil, menggelar Komsos. Duduk lesehan, ngobrol tanpa sekat dengan tokoh masyarakat dan warga binaan.

Komsos bagi Serka Yadi Yanto bukan agenda kosong. Ia nafas teritorial. “Di dalam pelaksanaan komsos tersebut, Babinsa bersilaturahmi bersama Tomas dan warga binaan selalu menjalin hubungan komunikasi yang baik dan humanis bersama warganya,” ucapnya. Humanis jadi kata kunci. Karena rakyat tak butuh ditakuti, tapi dirangkul.

Pagi itu, tawa dan cerita mengalir. Serka Yadi Yanto mendengar keluh kesah, mencatat aspirasi, dan memastikan satu hal: pintu komunikasi selalu terbuka. “Apabila ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan tolong sampaikan kepada Babinsa sebagai pembinaan di desa binaan,” tegas Serka Yadi Yanto. Ia ingin jadi tempat bersandar pertama warga Pasanggrahan.

Bagi Serka Yadi Yanto, Babinsa adalah jembatan. Jembatan antara keluhan warga dan solusi. Jembatan antara keresahan di kampung dan kebijakan di atas. Tanpa komunikasi yang baik, jembatan itu rapuh. Tanpa silaturahmi yang tulus, informasi tak akan sampai.

Di Pasanggrahan, Serka Yadi Yanto bicara soal gotong royong, soal keamanan lingkungan, soal persatuan. Ia tanamkan bahwa menjaga desa tak bisa sendiri. Harus bersama. Harus kompak. Dan kekompakan itu lahir dari obrolan-obrolan kecil seperti pagi ini.

Tokoh masyarakat menyambut baik. Sebab Babinsa yang mau datang, mau duduk, dan mau mendengar adalah Babinsa yang dicintai. Bukan loreng yang menakutkan, tapi loreng yang mengayomi. Bukan aparat yang jauh, tapi keluarga yang dekat.

Kegiatan berjalan aman dan lancar. Tak ada protokoler kaku. Yang ada hanya keakraban. Yang ada hanya komitmen: Pasanggrahan harus tetap rukun, harus tetap guyub, harus tetap jadi contoh desa yang damai di Kecamatan Reteh.

Dari Desa Pasanggrahan, Serka Yadi Yanto mengirim pesan ke seluruh Inhil. Bahwa kekuatan teritorial TNI lahir dari komunikasi. Bahwa ketahanan wilayah dimulai dari silaturahmi. Dan selama Babinsa masih mau merendah untuk mendengar, maka rakyat akan meninggi untuk percaya.

Sembilan puluh menit yang berharga. Bukan hanya untuk Serka Yadi Yanto, tapi untuk seluruh warga Pasanggrahan. Karena dari komsos yang humanis, lahir desa yang harmonis.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]