Bupati Herman Janjikan Pasar Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Subuh Ikhlas Pindah Demi Keindahan Kota


Tembilahan – Senin sore (27/4/2026), rumah dinas Bupati Inhil tak seperti biasa. Ia jadi saksi sebuah janji besar. Bupati Indragiri Hilir, Herman, duduk berhadapan dengan wajah-wajah lelah para pedagang Pasar Subuh. Di ruang itu, masa depan Tembilahan dibicarakan. Tentang pasar yang lebih megah, tentang lapak yang lebih layak, tentang kota yang harus ditata dengan hati.

Di Jalan Yos Sudarso, mimpi itu akan dibangun. Pasar Induk yang megah. Pasar yang tak kalah dari pasar modern. Tapi mimpi besar selalu menuntut pengorbanan kecil. Pedagang Pasar Subuh harus pindah. Meninggalkan lapak yang sudah jadi rumah kedua, meninggalkan fajar yang biasa mereka sambut di tempat yang sama selama bertahun-tahun.

Lokasi baru sudah disiapkan: lapangan eks Jalan Kapten Muhtar. Di sana, mereka akan kembali menggelar dagangan. “Pedagang subuh akan menempati lokasi baru yang ditentukan tanpa terkecuali, agar tetap terkonsentrasi pada satu titik. Jika masih ada yang tidak mengindahkan dan tetap berjualan di luar lokasi yang sudah ditetapkan, akan kita tertibkan,” tegas Bupati Herman. Tegas, tapi bukan tanpa cinta. Sebab penertiban itu demi kebaikan bersama.

Bupati Herman tahu, pasar bukan sekadar tempat jual beli. Ia nadi ekonomi rakyat. Ia tempat ibu-ibu menawar, tempat anak-anak ikut ayahnya berdagang, tempat rezeki dibagi dengan senyum. “Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan pasar tradisional yang baik, agar mampu bersaing dengan pasar modern dan bisa meningkatkan omset pedagang,” ujarnya. Ia ingin pedagang subuh naik kelas, tanpa kehilangan jiwa tradisionalnya.

“Agar lebih mudah pengelolaan pasar subuh ini, kami minta kepada seluruh pedagang subuh untuk berdagang di satu lokasi yang sudah ditentukan,” lanjut Bupati. Satu lokasi berarti satu harapan. Berarti tak ada lagi pungutan liar yang mencekik. Berarti sampah lebih mudah diangkut, parkir lebih mudah diatur, pembeli lebih nyaman datang.

Di sisi lain, Ketua Pedagang Pasar Subuh, Arfandi, menaruh kepercayaan. “Kami menyambut positif kebijakan yang sudah ditetapkan Bupati. Kami mendukung sepenuhnya agar proses pembangunan Pasar Induk Yos Sudarso dapat dikerjakan tanpa adanya hambatan,” katanya. Dukungan itu mahal. Sebab ia lahir dari keikhlasan untuk pindah, demi Tembilahan yang lebih tertata.

Relokasi ini punya cerita berlapis. Lahan lama Pasar Subuh nantinya dipakai untuk relokasi sementara pedagang Pasar Yos Sudarso. Estafet pengorbanan demi pembangunan. Semua demi satu tujuan: Pasar Induk Yos Sudarso yang megah segera berdiri. Dan kelak, pedagang akan kembali ke rumah baru yang lebih layak.

Pemerintah daerah kini pegang kendali penuh atas pengelolaan pasar subuh. Tak ada lagi ruang abu-abu. Tak ada lagi tangan-tangan liar. Hanya ada satu janji: pasar yang bersih, nyaman, teratur. Pasar yang membuat pedagang bangga, pembeli betah.

Dari rumah dinas sore itu, fajar baru untuk Tembilahan disepakati. Akan ada air mata saat bongkar lapak. Akan ada rindu pada sudut-sudut lama. Tapi di lapangan eks Jalan Kapten Muhtar, fajar yang sama akan terbit. Dengan harapan yang sama: rezeki lancar, dagangan laris, dan kota ini makin cantik.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]