Di Tapal Batas Teluk Dalam: Babinsa Koramil 04/Kuindra Sisir Titik Rawan, Pastikan Inhil Aman dari Api dan Asap


Kuindra – Rabu (29/4/2026), sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, matahari mulai meninggi di atas Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuindra, Inhil. Di titik tapal batas yang sunyi, seorang Babinsa berjalan. Seragam lorengnya menyatu dengan tanah, langkahnya menyusuri batas negeri. Inilah patroli rutin Koramil 04/KDR, menjaga Inhil tetap bernafas lega.

Babinsa Teluk Dalam Koramil 04/KDR tak sendiri. Ia ditemani dua orang warga. Tiga pasang mata menembus semak, tiga pasang kaki menyusuri koordinat 0°18'21.6718"S 103°18'45.8372"E. Dua unit sepeda motor menjadi saksi. Mereka mencari satu hal yang paling ditakuti Inhil setiap kemarau: titik api.

Tugas ini bukan sekadar laporan. Ini ikhtiar agar langit Inhil tetap biru. Agar anak-anak Teluk Dalam tak batuk karena asap. Agar ibu-ibu tak cemas jemuran tak kering karena kabut karhutla. “Kami patroli tapal batas untuk memastikan tidak ada titik api dan asap. Alhamdulillah, hasil hari ini nihil,” ucap Babinsa Teluk Dalam dengan napas lega. Nihil. Kata paling indah bagi setiap Babinsa di musim rawan karhutla.

Jumlah personel boleh sedikit. Satu TNI, dua masyarakat. Tapi semangatnya tak bisa dihitung. Sebab menjaga tapal batas adalah menjaga kehormatan negeri. Menjaga agar sejengkal tanah Inhil tak terbakar sia-sia. Menjaga agar paru-paru rakyat tetap bersih.

Alkap sederhana. Dua SPM membelah jalan tanah. Tak ada mobil mewah, tak ada peralatan canggih. Hanya tekad dan kepedulian. Karena bagi Babinsa, patroli bukan soal alat. Patroli adalah soal hadir. Hadir sebelum api menyala. Hadir sebelum asap mengepul.

Hasil patroli Rabu itu melegakan. Titik api dan asap: nihil. Laporan ke Dandim 0314/Inhil pun ditulis dengan rasa syukur. “Situasi aman dan terkendali, selanjutnya mohon petunjuk,” tulis Babinsa dalam laporannya. Aman dan terkendali. Dua kata yang berarti anak-anak bisa bermain, petani bisa ke ladang, nelayan bisa melaut tanpa was-was.

Koramil 04/KDR tahu, karhutla adalah musuh yang mengintai. Ia tak berseragam, tak bersenjata, tapi bisa melumpuhkan satu kabupaten. Karena itu patroli tapal batas di Teluk Dalam bukan sekadar rutinitas. Ia adalah bentuk cinta. Cinta pada tanah, pada rakyat, pada Indonesia.

Dari Desa Teluk Dalam, pesan itu dikirim ke seluruh Inhil. Selama Babinsa masih berpatroli, selama masyarakat masih peduli, maka Inhil akan baik-baik saja. Nihil titik api hari ini adalah kemenangan kecil yang harus dirayakan. Dan besok, patroli akan kembali digelar. Sebab menjaga negeri tak kenal lelah.

Inilah wajah TNI di tapal batas. Tak banyak bicara, tapi langkahnya nyata. Tak mencari panggung, tapi hadir saat dibutuhkan. Dan hari ini, Inhil bisa bernafas lega karena mereka.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]