Rabu Pagi di Desa Sekara: Serka M. Ridwan Pimpin Gotong Royong, Rawat Kekompakan Warga Kemuning


Kemuning – Rabu (29/4/2026), pukul 08.30 WIB, matahari baru saja menghangatkan tanah Desa Sekara. Di salah satu sudut desa, cangkul diangkat, sapu digerakkan, tawa kecil terdengar. Babinsa Koramil 09/Kemuning, Serka M. Ridwan, berdiri di tengah warga. Tak ada pangkat pagi itu. Yang ada hanya satu niat: bergotong royong.

Kegiatan itu sederhana, tapi maknanya dalam. “Babinsa Koramil 09/Kemuning Serka M. Ridwan melaksanakan kegiatan gotong royong bersama warga masyarakat di Desa Sekara yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa kekompakan dan saling membantu wilayah di Desa Sekara,” demikian laporan yang sampai ke Kodim 0314/Inhil. Kekompakan. Kata yang mudah diucap, tapi harus dirawat dengan keringat bersama.

Serka M. Ridwan tahu, desa yang kuat bukan desa yang jalannya mulus saja. Desa yang kuat adalah desa yang warganya masih mau saling menyapa, saling membantu, saling mengangkat beban. “Gotong royong ini kita gelar agar jiwa kebersamaan warga Sekara tetap hidup. Kalau kita kompak, kerja seberat apa pun jadi ringan,” ucap Serka M. Ridwan di sela kegiatan. Suaranya pelan, tapi sampai ke hati.

Pagi itu, tak ada yang merasa paling tinggi. Babinsa menyapu, warga mengangkut sampah. Babinsa mencangkul, warga merapikan parit. Seragam loreng berbaur dengan kaos lusuh. Karena di hadapan gotong royong, semua sama. Semua saudara.

Gotong royong di Desa Sekara bukan sekadar bersih-bersih. Ia adalah sekolah. Sekolah tentang peduli. Sekolah tentang ikhlas. Sekolah tentang Indonesia yang lahir dari kebersamaan. Serka M. Ridwan sedang mengajar tanpa papan tulis. Ia mengajar dengan teladan.

Warga Sekara menyambut hangat. Bagi mereka, kehadiran Babinsa bukan beban. Ia justru penyejuk. Saat TNI mau turun ke parit, warga jadi malu jika hanya menonton. Saat Babinsa mau memegang sapu, warga serentak ikut bergerak. Itulah kepemimpinan yang senyap tapi menggerakkan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana aman dan tertib. Tak ada keributan. Yang ada hanya obrolan hangat, senda gurau kecil, dan peluh yang jatuh untuk kampung sendiri. Aman karena hatinya sama. Tertib karena tujuannya satu: Sekara yang lebih baik.

Dari gotong royong pagi itu, Serka M. Ridwan menitipkan pesan tanpa banyak kata. Bahwa desa tak dibangun oleh satu orang. Desa dibangun oleh semua tangan yang mau bekerja. Bahwa kompak itu bukan slogan di baliho. Kompak itu saat kita mau berkeringat bersama.

Pukul sekian, kegiatan selesai. Jalan lebih bersih, parit lebih lancar, tapi yang paling penting: hati warga lebih dekat. Dan Serka M. Ridwan pulang dengan satu keyakinan, bahwa selama gotong royong masih hidup di Sekara, maka Kemuning akan baik-baik saja.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]