Pagi di Pulau Kijang: Sertu Benri Rangkul Warga, Rajut Sinergi Babinsa dan Masyarakat Reteh


Reteh – Rabu (29/4/2026) pukul 09.00 WIB, langkah Sertu Benri menyusuri jalan Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Inhil. Babinsa Koramil 07/Reteh Kodim 0314/Inhil itu datang bukan dengan perintah keras. Ia datang membawa ajakan: mari jaga lingkungan, mari selesaikan masalah bersama.

Di teras rumah warga, obrolan hangat mengalir. Komsos pagi itu sederhana, tapi maknanya dalam. “Tujuan kegiatan menghimbau warga tentang pentingnya menjaga lingkungan, menciptakan kerja sama sinergis antara Babinsa dan masyarakat, menyelesaikan permasalahan lokal agar terciptanya hubungan yang baik antara masyarakat dan Babinsa serta sinergitas yang baik,” begitu laporan yang diteruskan ke Kodim 0314/Inhil.

Sertu Benri paham, lingkungan yang bersih tak lahir dari spanduk. Ia lahir dari kesadaran. Dari satu orang yang mau menyapu halamannya, dari satu RT yang mau menjaga paritnya, dari satu kampung yang mau peduli pada sampahnya. “Kita himbau warga untuk sama-sama jaga lingkungan. Kalau lingkungan bersih, hidup pun sehat. Kalau kita kompak, masalah sekecil apa pun bisa kita selesaikan,” ucap Sertu Benri di tengah warga Pulau Kijang.

Komsos bukan sekadar duduk dan bicara. Ia adalah cara Babinsa mendengar denyut nadi rakyatnya. Di Pulau Kijang, Sertu Benri mendengar keluh tentang saluran air, mendengar harap tentang keamanan kampung, mendengar mimpi tentang Reteh yang lebih rukun. Semua ditampung, semua dicatat di hati.

Sinergi yang dibangun Sertu Benri tak bertepuk sebelah tangan. Warga Pulau Kijang menyambut. Sebab mereka tahu, Babinsa bukan orang asing. Babinsa adalah anak, adalah saudara, adalah tetangga yang kebetulan berseragam. Ketika Babinsa mau turun, warga pun mau buka pintu.

“Dengan Komsos ini kita ingin selesaikan permasalahan lokal secara bersama-sama. Tidak ada masalah yang tak selesai kalau kita duduk satu meja,” tegas Sertu Benri. Satu meja. Satu tujuan. Satu Reteh yang damai. Itulah roh Komsos yang ia bawa ke Pulau Kijang.

Selama kegiatan berlangsung, suasana aman dan lancar. Tak ada jarak. Tak ada canggung. Hanya obrolan dari hati ke hati yang menumbuhkan percaya. Karena bagi Sertu Benri, keamanan bukan cuma patroli malam. Keamanan juga lahir dari silaturahmi yang terjaga.

Dari Pulau Kijang, pesan itu mengalir pelan. Bahwa menjaga lingkungan adalah menjaga kehidupan. Bahwa sinergi Babinsa dan masyarakat adalah benteng paling kokoh dari perpecahan. Dan Sertu Benri sedang merajut benteng itu, satu obrolan dalam satu waktu.

Pagi itu, Pulau Kijang terasa lebih dekat. Lebih hangat. Lebih percaya bahwa TNI ada bukan untuk ditakuti, tapi untuk dirangkul. Dan Sertu Benri pulang dengan keyakinan: selama komunikasi terus dijaga, Reteh akan baik-baik saja.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]