Pilihan
Untuk Langit Biru Inhil: Babinsa, Asap Naik Sekolah Libur Asap Tebal Ekonomi Mati Jaga Sama-sama
Kuindra – Jumat (8/5/2026) pukul 08.00 WIB, mesin SPM Babinsa Teluk Dalam mulai menyala. Sendiri ia berangkat. Satu warga ikut membonceng. Dua orang, satu motor, satu tujuan: pastikan Desa Teluk Dalam hari ini tak berasap. Tak ada titik api. Tak ada sesal esok hari.
“Pada hari Jumat 8 Mei 2026 pukul 08.00 Wib S/d.pukul 11:00 Wib, Babinsa Teluk Dalam Koramil 04/Kdr, melaksanakan Patroli Tapal Batas di Desa Teluk Dalam, http://Kec.Kuindra Kab. Inhil.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu singkat. Tapi di lapangan, tiga jam itu taruhannya paru-paru satu kampung. Taruhannya biru langit Inhil.
“Titik Koordinat 0°18,21,6950"S 103°18'45,7182"E. Personil gabungan yang di kerahkan TNI 1 Orang, Masyarakat 1 Org. Alkap: SPM 1 unit.” Tak perlu konvoi. Cukup dua pasang mata yang awas. Cukup dua hati yang peduli. Babinsa menyisir batas. Lewati semak. Lewati parit. Lewati ladang yang kering karena kemarau.
“Untuk hasil tidak ditemukan titik api dan asap. Hasil: Titik api dan asap: Nihil.” Kata nihil Jumat pagi itu jadi doa yang terkabul. Nihil berarti anak Teluk Dalam bisa sekolah tanpa masker. Nihil berarti nenek di rumah tak batuk. Nihil berarti helikopter water bombing tak perlu terbang. Nihil berarti Inhil tak jadi headline karena kabut.
“Situasi: Aman dan terkendali, selanjutnya mohon petunjuk.” Aman karena dijaga. Terkendali karena dicegah. Babinsa Teluk Dalam Koramil 04/Kdr itu paham, api kecil lebih mudah dipadamkan daripada api besar. Maka ia pilih datang sebelum ada bara. Ia pilih keliling sebelum ada asap.
Di ujung patroli, Babinsa berhenti. Ia tatap lahan kosong yang rawan dibakar. “Saya bilang ke warga yang ikut tadi, kita jaga sama-sama. Jangan buka lahan dengan bakar. Rugi kita semua. Asap naik, sekolah libur. Asap tebal, ekonomi mati. Kita patroli bukan cari salah orang. Kita patroli biar tak ada yang salah langkah. Kalau lihat asap, padamkan. Kalau tak sanggup, lapor. Satu korek api bisa bakar satu kecamatan,” ujarnya.
Satu TNI, satu masyarakat, satu SPM. Itu cukup untuk jaga tapal batas. Cukup untuk pastikan koordinat 0°18,21,6950"S 103°18'45,7182"E hari ini aman. Cukup untuk kirim kabar ke Koramil 04/Kdr: Teluk Dalam nihil api. Cukup untuk kirim tenang ke Tembilahan: Kuindra tak berasap.
Dari Desa Teluk Dalam, Jumat siang mengirim pesan: patroli tuntas, titik api nihil, Inhil bisa bernapas lega. Dan selama Babinsa masih mau panas-panasan keliling batas, masih mau ajak warga peduli, maka kemarau tak akan jadi petaka. Sebab langit biru itu dijaga. Dijaga dua orang. Dijaga satu motor. Dijaga dengan niat.(*)


Berita Lainnya
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama
Instruksi Kapolri Dijalankan Di Teluk Sungka, Bhabinkamtibmas Lakukan Persiapan Tanam Jagung Bersama Kelompok Tani
Di Bawah Langit Teluk Sungka: Kapolsek GAS Turun Ke Ladang, Menanam Harapan Bersama Petani
Program Pekarangan Pangan Bergizi di Rengat Barat Diharapkan Jadi Sumber Pangan Mandiri
Pemko Batam Targetkan Optimalisasi PBJT Listrik Lewat Sosialisasi NITKU
Pendampingan Jagung Di Lintas Utara: Kapolsek Keritang, Jangan Biarkan Petani Bekerja Sendiri
Bhabinkamtibmas Lintas Utara Dampingi Petani: Aiptu Hendrick Yanto, Jagung Tumbuh Kalau Dirawat Bersama