Tepis Label Anti-Islam, Maruf Akan Sisipkan Ilmu Agama di Debat Capres
MEDIALOKAL.CO - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani mengatakan, Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan menyisipkan perspektif keagamaan dalam debat capres-cawapres tahap pertama pada 17 Januari besok. Penyisipan itu dilakukan guna menghilangkan label pemerintahan anti-Islam pada Calon Presiden Petahana Presiden Joko Widodo ( Jokowi).
"Pak Ma'ruf nanti bicara soal perspektif keagamaan di sela waktu yang sempit itulah. soal hukumlah," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1).
Arsul menjelaskan, mekanisme penyisipan itu masih terus difinalisasi sampai-sampai saat ini. Namun, dia menegaskan penyisipan keagamaan itu tidak akan jauh dari materi debat hukum, HAM, terorisme, dan korupsi.
"Kalau bicara yang mana yang jelas itukan perkara terkait dengan hukum dan penegakan hukum kemudian penegakan HAM dan juga pemberantasan korupsi dan terorisme itu. Cuma yang mana ya itulah yang biarlah yang ahli yang lagi ngolah hari ini," ungkapnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menilai, pemerintahan Jokowi masih berat dengan stigma anti-Islam dan Pro PKI. Karena itu, lanjut dia, kehadiran Ma'ruf juga bertujuan untuk menghilangkan stigma tersebut.
"Ya itukan bolak balik pemerintahan ini kan dilabeli anti-Islam, pro PKI dan sebagainya. Enggak peduli sama kepentingan umat Islam label-labelnya itu kan terus ada sampai sekarang," ujarnya.
"Itu ikhtiar untuk menjelaskan pada masyarakat bahwa labeling itu tidak berdasar," ucapnya.
(merdeka.com)


Berita Lainnya
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu