Proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi Di Bengkalis Mangkrak, KPPG Wilayah Riau Sebut Investor Tak Mau Bangun Lagi
BENGKALIS, MEDIALOKAL.CO,- Sejumlah pihak menyorot proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025 yang berada di jalan Pramuka desa Senggoro Bengkalis, pasalnya, proyek yang bernilai sebesar Rp. 8,361,996,162 miliar tersebut hanya selesai pekerjaan pondasi dan tiang bangunan.
Pantauan wartawan di lokasi pembangunan proyek tersebut mangkrak, papan informasi yang tertera proyek itu dari Badan Gizi Nasional (BGN) deputi bidang penyediaan dan Penyaluran. nama pekerjaan yakni Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional tahun 2025, lokasi Riau 2 dengan nomor kontrak : SPK-61.1/PPPK.PL-26/D2/DIALUR1/PBJ/2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8,361,996,162, jangka waktu pelaksanaan 130 hari kalender, dan kontraktor pelaksana CV. Pilar Wonua Raya serta konsultan manajemen kontruksi PT. Amythas.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Dr. Syartiwidya, mengaku belum mendapat informasi terkait pembangunan proyek tersebut.
"Sama sekali saya belum terinfokan hal ini," kata Syartiwidya, selasa (9/6/2026) kepada wartawan
Menurutnya, proyek Pembangunan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional seluruh Indonesia belum ada yang berjalan karena masih mencari skema yang di izinkan oleh keuangan negara.
"Seluruh indonesia berjumlah sekitar 1500, setau saya belum ada yang jalan, karena mekanisme penyaluran banpernya mungkin masih mencari skema yang di izinkan keuangan negara," jelas Syartiwidya lagi.
Katanya lagi, Informasi pembangunan proyek tersebut sudah saya ditinjau, dan mangkrak, investornya tidak mau membangun lagi, dari BGN juga belum ada pencairan," ucapnya
Sementara itu, LSM Komunitas Pemberantas Korupsi Muhammad Rafi ketua divisi investigasi menyoroti proyek mangkrak tersebut. bangunan ini menjadi perhatian publik karena berada wilayah perkantoran dinas di Bengkalis.
"Setiap anggaran negara yang disalurkan untuk pembangunan tentunya harus jelas dan transparan, mengenai proyek ini pihak BGN harus memberikan klarifikasi, jika apa yang dikatakan oleh KPPG Wilayah RI benar bahwa belum ada pembangunan di Indonesia, lalu siapa yang memberikan proyek ini kepada CV. Pilar Wonua Raya," ungkap Rafi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak rekanan kontraktor pelaksana belum dapat di konfirmasi, terkait tidak dilanjutkan pekerjaan tersebut.***
Laporan : Sabri


Berita Lainnya
Kembali Terjerat Narkoba, Nasib Kadus Pangkalan Batang Barat di Ujung Tanduk
Polri Hadir di Tengah Petani, Bhabinkamtibmas Dukung Produktivitas Pertanian Warga
Teluk Sungka Hijau, Jagung Tumbuh, Polsek GAS Kawal Ketahanan Pangan Desa
Pantau Peternakan Sapi Warga, Polsek Kelayang Dorong Swasembada Pangan dari Desa
Dari Sungai Iliran, Cabe Merah Tumbuh Subur di Bawah Pantauan Bhabinkamtibmas
Bripka Arif Rutin Dampingi Warga Bertani, Dari Penyemaian Bibit Hingga Panen
Kembali Terjerat Narkoba, Nasib Kadus Pangkalan Batang Barat di Ujung Tanduk
Polri Hadir di Tengah Petani, Bhabinkamtibmas Dukung Produktivitas Pertanian Warga
Teluk Sungka Hijau, Jagung Tumbuh, Polsek GAS Kawal Ketahanan Pangan Desa
Pantau Peternakan Sapi Warga, Polsek Kelayang Dorong Swasembada Pangan dari Desa
Dari Sungai Iliran, Cabe Merah Tumbuh Subur di Bawah Pantauan Bhabinkamtibmas
Bripka Arif Rutin Dampingi Warga Bertani, Dari Penyemaian Bibit Hingga Panen