Pencarian

KFC Tinggalkan Pepsi, Tunjuk Coca-Cola Pasok 3.718 Gerai di AS

Minggu, 18 Oktober 2026 • 06:21:02 WIB
KFC Tinggalkan Pepsi, Tunjuk Coca-Cola Pasok 3.718 Gerai di AS
Coca-Cola resmi menggantikan PepsiCo sebagai pemasok minuman untuk 3.718 gerai KFC di Amerika Serikat.

MEDIALOKAL.CO — Coca-Cola resmi menggantikan PepsiCo sebagai pemasok minuman untuk 3.718 gerai KFC di Amerika Serikat, mengakhiri kemitraan yang bertahan hampir empat dekade. Produk Coca-Cola dijadwalkan mulai tersedia di gerai KFC AS pada musim semi 2027. Peralihan ini hanya berlaku untuk pasar domestik AS, sementara PepsiCo tetap memasok gerai KFC International dan Taco Bell.

Kabar peralihan pemasok minuman KFC pertama kali dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui transaksi. Reuters, Kamis (15/10), menyebut nilai kerja sama antara KFC dan Coca-Cola tidak diungkap ke publik.

Langkah ini menutup bab panjang hubungan KFC dan PepsiCo yang dimulai ketika PepsiCo mengakuisisi jaringan ayam goreng tersebut untuk memperluas bisnis ke segmen makanan dan camilan. PepsiCo melepas KFC pada 1997, tetapi tetap bertahan sebagai mitra minuman bagi Yum Brands selaku induk usaha.

PepsiCo Tetap Pegang Taco Bell dan KFC Internasional

Juru bicara PepsiCo memastikan Yum Brands dan PepsiCo baru saja memperpanjang perjanjian pasokan untuk Taco Bell serta gerai KFC di luar Amerika Serikat. Kontrak Taco Bell disebut berlaku sepuluh tahun ke depan.

Di luar KFC, PepsiCo masih memasok minuman untuk jaringan restoran sandwich Subway dan Jersey Mike's Subs. Perusahaan itu juga mengelola dispenser soda di Pizza Hut, yang pada tahun ini keluar dari naungan Yum Brands.

Kubu Coca-Cola punya rekam jejak panjang di segmen restoran cepat saji. Coca-Cola sudah lama menjadi mitra minuman McDonald's dan Wendy's, dua jaringan burger terbesar di pasar AS.

Tekanan bagi Bisnis Soda PepsiCo di Pasar Domestik

Kehilangan KFC AS datang di waktu yang kurang menguntungkan bagi PepsiCo. Perusahaan tengah berupaya membenahi penjualan soda di Amerika Serikat, sementara lini camilannya tertekan harga jual tinggi dan pergeseran selera konsumen ke produk yang dianggap lebih sehat.

Beban biaya yang naik turut memperumit posisi perseroan. CEO PepsiCo Ramon Laguarta, awal bulan ini, menyatakan pemulihan pertumbuhan dan margin akan memakan waktu lebih lama dari rencana semula.

Tekanan juga datang dari investor aktivis Elliott Investment Management. Elliott, yang mengungkap kepemilikan sahamnya tahun lalu, mendesak PepsiCo melepas aset berkinerja buruk dan memperbaiki kinerja di kawasan Amerika Utara.

"Ini sinyal buruk bagi PepsiCo," kata Jay Woods, kepala strategi pasar Freedom Capital Markets, perusahaan yang memegang saham Coca-Cola, seperti dikutip Reuters.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham dan Peta Persaingan

Bagi Coca-Cola, kesepakatan ini menambah portofolio gerai yang dilayani di segmen makanan cepat saji AS, memperkuat posisinya di kanal yang selama ini dikuasai bersama PepsiCo. Bagi PepsiCo, hilangnya 3.718 gerai KFC di pasar domestik menjadi ujian tambahan di tengah upaya menstabilkan volume penjualan soda.

Skala gerai yang beralih terbilang signifikan untuk pasar restoran AS. KFC termasuk jaringan dengan jumlah unit besar, sehingga pergantian pemasok minuman berdampak langsung pada volume pasokan dan visibilitas merek di gerai.

PepsiCo masih memegang kontrak pasokan di sejumlah jaringan besar lain, termasuk Subway dan Jersey Mike's Subs, serta Taco Bell yang baru diperpanjang. Kombinasi itu memberi penyangga, meski tidak menutup fakta bahwa KFC AS berpindah tangan ke kompetitor utama.

Bagi investor, perhatian akan tertuju pada dua hal: seberapa cepat Coca-Cola mengeksekusi peralihan pasokan menjelang musim semi 2027, dan apakah PepsiCo mampu menahan laju pelemahan penjualan soda domestik di tengah desakan Elliott untuk merombak portofolio aset.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks