MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak datar dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup naik 0,94% ke level 5.328,36. Kenaikan indeks pada sesi sebelumnya berlangsung di tengah tekanan jual bersih investor asing senilai Rp528 miliar. BNI Sekuritas memproyeksikan indeks bergerak dalam rentang support 5.150-5.200 dan resistance 5.400-5.480.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyatakan indeks saham berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Proyeksi itu disampaikan dalam riset harian sekuritas tersebut.
"IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah hari ini," tulis Fanny dalam riset, Kamis (22/10/2026).
Riset BNI Sekuritas menempatkan support IHSG di rentang 5.150-5.200. Adapun resistance berada di level 5.400-5.480.
Net Sell Asing Rp528 Miliar Meski Indeks Naik
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,94% ke 5.328,36. Penguatan indeks berjalan beriringan dengan aksi jual bersih investor asing senilai Rp528 miliar.
Lima saham yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI, ANTM, TLKM, BBRI, dan AADI. Deretan itu didominasi saham perbankan berkapitalisasi besar serta emiten energi dan telekomunikasi.
Pola net sell di tengah kenaikan indeks menunjukkan penguatan IHSG lebih banyak ditopang pembelian domestik. Bagi pelaku pasar, arus dana asing menjadi indikator yang perlu dipantau karena memengaruhi likuiditas dan arah pergerakan saham unggulan.
Enam Saham Pilihan BNI Sekuritas
BNI Sekuritas menyertakan enam saham pilihan untuk perdagangan hari ini, yakni AMMN, DSSA, INCO, MAPA, KLBF, dan PGEO. Daftar itu mencakup emiten pertambangan mineral dan batubara, ritel, farmasi, serta energi panas bumi.
Pemilihan saham dari sektor komoditas dan energi sejalan dengan pergerakan harga komoditas global yang masih menjadi katalis bagi indeks. Sektor farmasi dan ritel dipilih dari kacamata konsumsi domestik.
Apa Artinya bagi Investor
Proyeksi sideways cenderung melemah mengindikasikan indeks belum punya tenaga untuk menembus resistance 5.400-5.480 dalam waktu dekat. Investor jangka pendek dapat memakai rentang 5.150-5.200 sebagai acuan kewaspadaan jika tekanan jual berlanjut.
Tekanan asing pada saham perbankan besar seperti BMRI dan BBRI perlu dicermati. Keduanya merupakan saham dengan bobot signifikan di IHSG sehingga pergerakannya menentukan arah indeks secara keseluruhan.
Bagi investor dengan horizon lebih panjang, koreksi terbatas dapat dimanfaatkan untuk mencermati saham pilihan yang disebutkan riset, dengan tetap memperhatikan level support dan resistance sebagai batas risiko.