Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Penyakit Mematikan Difteri Mewabah, Ini Kata Kadinkes Kota Dumai
DUMAI - Merebaknya wabah difteri di beberapa daerah sampai saat ini tercatat 622 kasus yang tersebar di 95 kabupaten/kota di 20 provinsi dan mengakibatkan 32 orang meninggal dunia pada tahun 2017 ini, bahkan telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, penyakit dengan cara penularan paling cepat dan mudah ini telah tercatat sebanyak 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 Dunia setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Pasal SKM, MARS menjelaskan bahwa di Kota Dumai sendiri masih belum ditemukan pasien gejala maupun positif mengidap Difteri. Kendati begitu pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah tersebut ke Kota Dumai.
"Mudah-mudahan Kota Dumai jangan sampai tertular, namun kami tetap memerintahkan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk terus melakukan monitoring dan mengobservasi seluruh pasien dengan gejala Difteri," jelasnya kepada spiritriau.com
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah meminta kepada para petugas Puskesmas untuk melakukan sweeping atau jemput bola ke rumah masyarakat terutama pendatang untuk segera memberikan imunisasi Difteri.
"Difteri salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia, yakni imunisasi yang sudah sangat familiar yakni DPT," imbuhnya.
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesehatan diri, lingkungan, dan memberikan imunisasi wajib seperti yang sudah diprogram kan oleh pemerintah. (Src)


Berita Lainnya
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN