Sejak 2022, PT Astra International Dorong Desa Bugisan Jadi Desa Wisata Budaya

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan (keenam kiri), Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti (kelima kiri) bersama masyarakat Desa Sejahtera Astra Bugisan mengikuti
Penulis: Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:37:00 WIB

KLATEN - Pendampingan PT Astra International Tbk sejak 2022 membuat Desa Sejahtera Astra Bugisan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus menggali potensi budaya dan pariwisata berbasis masyarakat.

Pendapatan sektor wisata yang semula tercatat Rp491 juta kini mencapai Rp767 juta, meningkat 56,3 persen.

Pertumbuhan itu ditopang pengembangan seni tradisional, kerajinan lokal, wisata edukasi, hingga paket wisata yang mengajak pengunjung merasakan langsung kehidupan masyarakat desa.

Mengangkat Living Culture sebagai Daya Tarik Wisata

Desa Bugisan mengusung konsep living culture yang mengangkat budaya, kehidupan sehari-hari, dan potensi lokal sebagai daya tarik wisata, lengkap dengan kunjungan ke produk UMKM perempuan setempat serta aktivitas membuat emping, menikmati jamu tradisional, melukis topeng, hingga membuat ecoprint.

Desa yang berada di sisi selatan Candi Plaosan ini tak hanya mengandalkan budaya, tapi juga menghubungkan sektor pariwisata dengan program ketahanan pangan lewat area persawahan, budidaya itik petelur dan lele, serta pengelolaan maggot Black Soldier Fly (BSF).

Program yang Melibatkan Lebih dari 200 Perempuan

Desa Sejahtera Astra Bugisan mengusung community-based tourism, menempatkan budaya, kesenian tradisional, kerajinan warga, dan wisata edukasi sebagai modal utama untuk menggerakkan perekonomian desa.

Program Desa Sejahtera Astra yang berjalan sejak 2022 ini mencakup peningkatan kapasitas pengelola desa wisata, pengembangan UMKM, serta pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Sebanyak 3.154 warga merasakan manfaatnya, lebih dari 200 orang di antaranya perempuan.

Kolaborasi Jadi Kunci Kemandirian Desa

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menyampaikan bahwa pengembangan potensi lokal diharapkan menciptakan nilai tambah sekaligus manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui Program Desa Sejahtera Astra, Astra terus berupaya mendorong masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki agar dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian desa serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan komitmen Astra untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Boy.

Program pendampingan di bidang kesehatan diarahkan pada optimalisasi layanan posyandu serta edukasi gizi ibu dan anak, sedangkan di bidang pendidikan masyarakat mendapat edukasi aksara Jawa, nilai budaya lokal, dan peningkatan kapasitas SDM pengelola pariwisata.

Program lingkungan meliputi pengelolaan sampah terpadu, budidaya maggot, lele, dan bebek, serta penanaman pohon budaya dluwang. Sedangkan penguatan kewirausahaan ditempuh lewat pengembangan UMKM, pembangunan merek produk lokal, digitalisasi pemasaran, dan penyusunan paket wisata berbasis living culture.

Capaian itu turut mengantarkan Desa Sejahtera Astra Bugisan meraih posisi dalam 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, juara kedua tingkat nasional Kampanye Sadar Wisata Kementerian Pariwisata 2023, dan penghargaan Desa Wisata dengan Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Program Desa Sejahtera Astra Bugisan merupakan wujud cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Reporter: Redaksi