Pencarian

IHSG Berpeluang Lanjut Koreksi ke 5.850-5.911, Cermati Saham GGRM dan NCKL

Senin, 05 Oktober 2026 • 06:01:01 WIB
IHSG Berpeluang Lanjut Koreksi ke 5.850-5.911, Cermati Saham GGRM dan NCKL
Papan digital memperlihatkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (5/10/2026), setelah sebelumnya ditutup menguat 0,46 persen ke level 6.036 dengan volume perdagangan yang tinggi. Riset MNC Sekuritas mencatat IHSG terkoreksi 3,28 persen secara mingguan dan kini berada di bawah level moving average (MA) 20 mingguan. Investor diminta mencermati area koreksi lanjutan di rentang 5.850-5.911 sambil memperhatikan saham-saham tertentu seperti GGRM dan NCKL.

Penguatan IHSG ke level 6.036 pada perdagangan sebelumnya tidak serta-merta menghapus tekanan jual yang masih membayangi pasar. Volume perdagangan yang tinggi saat penguatan justru menjadi sinyal bahwa volatilitas belum mereda.

Riset MNC Sekuritas menunjukkan secara mingguan IHSG sudah terkoreksi 3,28 persen. Posisi indeks juga telah berada di bawah level moving average (MA) 20 mingguan, indikator yang biasanya dipakai untuk membaca arah tren jangka menengah.

Posisi Teknikal IHSG di Wave C dari Wave (Y)

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y). Pola ini mengindikasikan fase koreksi belum sepenuhnya selesai.

"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911," tulis riset MNC Sekuritas, Senin (5/10/2026).

Rentang 5.850-5.911 menjadi level kunci yang perlu dicermati investor. Jika indeks bergerak ke area tersebut, peluang rebound teknikal bisa muncul, tergantung sentimen pasar dan arus dana asing.

Faktor yang Menekan Pergerakan IHSG

Koreksi mingguan sebesar 3,28 persen menunjukkan tekanan jual cukup merata. Beberapa faktor yang biasanya memengaruhi pergerakan indeks dalam kondisi seperti ini antara lain arus keluar dana asing, pelemahan nilai tukar rupiah, serta ekspektasi kebijakan suku bunga global.

Volume perdagangan yang tinggi saat IHSG ditutup menguat juga perlu dicermati. Volume besar di tengah tren koreksi bisa menandakan distribusi saham oleh investor besar, bukan akumulasi.

Saham GGRM dan NCKL Jadi Perhatian

Di tengah tekanan indeks, analisa saham GGRM dan NCKL menjadi sorotan pelaku pasar. Kedua saham ini masuk dalam daftar pantauan analis karena pergerakan harga dan likuiditasnya yang cukup aktif.

Investor yang ingin masuk ke pasar saat koreksi disarankan memperhatikan level support dan resistance masing-masing saham. Strategi averaging down hanya cocok untuk saham dengan fundamental kuat dan likuiditas memadai.

Strategi Menghadapi Koreksi Lanjutan

  • Pantau level 5.850-5.911 sebagai area koreksi yang diperkirakan MNC Sekuritas
  • Cermati volume perdagangan untuk membedakan akumulasi dan distribusi
  • Perhatikan pergerakan nilai tukar rupiah dan arus dana asing
  • Batasi porsi beli bertahap, jangan agresif di tengah tren turun
  • Gunakan stop loss disiplin pada saham yang sudah turun di bawah support

Pergerakan IHSG pekan ini akan sangat bergantung pada sentimen global dan respons pasar terhadap data ekonomi yang dirilis. Jika indeks mampu bertahan di atas 5.911, peluang rebound terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah 5.850 bisa membuka ruang koreksi lebih dalam.

Bagi investor jangka pendek, momentum koreksi bisa dimanfaatkan untuk trading dengan risiko terukur. Sementara investor jangka panjang disarankan fokus pada saham dengan kinerja keuangan solid dan valuasi menarik.

Sumber: idxchannel.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks