Gegara Asap 34 Siswa Cacar Air dan 21 ISPA

Suasana belajar di SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Rabu pagi 26 Agustus 2026. Foto:Istimewa.
Penulis: Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:27:00 WIB


PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO — Kondisi lingkungan sekolah yang masih pekat diselimuti kabut asap ditambah tingginya angka kesakitan siswa memaksa SMAN Plus Provinsi Riau mengambil langkah tegas menyesuaikan sistem pembelajaran. Mulai Kamis, 27 Agustus 2026, seluruh kegiatan belajar mengajar akan dialihkan sepenuhnya ke sistem daring. Keputusan ini diambil setelah Kepala Sekolah bersama seluruh majelis guru dan tenaga kependidikan menggelar rapat darurat pagi ini, Rabu (26/8/2026), guna meninjau langsung kondisi kesehatan siswa serta kualitas udara di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau, Edi Sutono, M.Pd., menyampaikan laporan resmi kondisi sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Data yang tercatat hingga hari ini menunjukkan situasi yang memprihatinkan: tercatat sebanyak 34 siswa menderita cacar air, baik yang masih bergejala maupun yang sudah dalam masa pemulihan, sementara 21 orang lainnya terdiagnosis mengalami gangguan pernapasan akut atau ISPA. Ditambah lagi, lingkungan sekitar sekolah hingga pagi ini masih tertutup kabut asap pekat.

"Dari keadaan dan kondisi tersebut, pagi ini kami majelis guru dan tenaga kependidikan telah mengadakan rapat dengan hasil sebagai berikut," ujar Edi Sutono dalam laporannya.

Untuk hari ini, Rabu 26 Agustus, pembelajaran masih tetap dilaksanakan secara tatap muka namun dengan pengawasan ketat — seluruh siswa dan guru wajib menggunakan masker sepanjang kegiatan berlangsung. Mulai ba'da Zhuhur hari ini, orang tua atau wali murid sudah diperbolehkan menjemput putra-putrinya untuk persiapan pelaksanaan pembelajaran daring terhitung besok.

Terhitung Kamis, 27 Agustus hingga Jumat, 29 Agustus, seluruh pembelajaran akan dilaksanakan secara penuh daring menggunakan platform Zoom maupun Google Meet. Proses pembelajaran ini akan dipantau dan dimonitoring secara ketat langsung oleh Kepala Sekolah untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Siswa dijadwalkan kembali masuk ke asrama pada Minggu, 30 Agustus. Namun bagi siswa yang masih sakit tetap diizinkan untuk tidak datang, atau menunggu pemberitahuan lanjutan sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Riau terkait perkembangan cuaca dan kondisi kualitas udara. Edi Sutono menegaskan, apabila nanti terdapat perubahan mendasar terkait kebijakan ini, pihak sekolah akan segera menyampaikan pembaruan informasi kepada seluruh pihak.

Keputusan SMAN Plus Provinsi Riau ini semakin memperkuat fakta bahwa dampak kabut asap tidak hanya menurunkan kualitas udara, melainkan telah berdampak langsung pada peningkatan kasus penyakit menular dan gangguan pernapasan di lingkungan satuan pendidikan.

Reporter: Redaksi