
TEMBILAHAN, Medialokal.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir mencatat sebanyak 132 titik hotspot terpantau di 9 kecamatan pada Sabtu, 23 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan data BPBD Inhil, Kecamatan Gaung menjadi penyumbang terbanyak dengan 48 titik. Disusul Kecamatan Pelangiran 20 titik, Kentang 16 titik, Sungai Batang 11 titik, Gaung Anak Serka 10 titik, Batang Tuaka 5 titik, Mandah 5 titik, Reteh 3 titik, dan Kemuning 1 titik.
Menindaklanjuti temuan tersebut, BPBD Inhil langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan pemantauan.
Kalaksa BPBD Kab. Inhil, R. Arliansah, http://S.Si., ME, mengatakan pihaknya telah membagi tim untuk menyisir wilayah-wilayah rawan.
"Hari ini tim BPBD gari ke 2 di pulau kecil Reteh dan di Karya Tani Kempas. Kmaren 1 tim di sungai luar, tapi malam tadi dah balek ke posko, Barusan kita melepas tim ke simpang gaung," ujar R. Arliansah, Sabtu (23/8/2026).
Ia menjelaskan, prioritas penanganan saat ini difokuskan pada lokasi dengan jumlah titik terbanyak dan akses yang sulit dijangkau. Tim juga membawa peralatan pemadaman untuk mengantisipasi jika ditemukan titik api di lapangan.
Lebih lanjut, Arliansah menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan hotspot secara berkala.
"Ia juga mengatakan sore ini data terbaru akan di-update lagi," tambahnya.
Dari 132 titik yang terpantau, sebagian besar berada di lahan gambut dan perkebunan. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika melihat asap atau api.
BPBD Inhil bersama TNI, Polri, MPA, dan relawan juga telah disiagakan di posko kecamatan untuk melakukan respon cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (*)