Vietnam Samai Rekor Thailand dan Singapura Usai Juara Piala AFF 2026
MEDIALOKAL.CO — Drama lima gol mewarnai final leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi. Sempat tertinggal lebih dulu dan nyaris kalah di babak pertama, Vietnam bangkit lewat dua gol bunuh diri kiper dan bek Thailand untuk memastikan trofi kelima mereka di turnamen antarnegara Asia Tenggara ini.
Dua Penalti Gagal dan Gol Bunuh Diri yang Menentukan
Thailand sebenarnya tampil percaya diri sejak awal. Yotsakorn Burapha membuka keunggulan pada menit ke-12, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. Peluang untuk menjauh pun datang di awal babak kedua saat wasit menunjuk titik putih untuk Thailand.
Namun, eksekusi penalti Kakana Khamyok melambung tinggi di atas mistar. Momen itu menjadi titik balik. Enam menit kemudian, sepakan pemain naturalisasi Do Hoang Hen mengenai kaki kiper Chatchai Bootprom dan masuk ke gawang sendiri, membuat kedudukan imbang 1-1.
Wanchai Jarunongkran sempat membawa Thailand unggul lagi lewat golnya di menit ke-85. Tetapi di masa injury time, nasib berkata lain. Wanchai justru mencetak gol bunuh diri yang memastikan agregat 4-2 untuk keunggulan Vietnam.
Rekor Beruntun yang Kini Dipegang Tiga Negara
Gelar ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Vietnam setelah kemenangan mereka di edisi 2024. Dengan pencapaian ini, Vietnam sejajar dengan Thailand dan Singapura yang sebelumnya tercatat sebagai satu-satunya negara yang mampu mempertahankan trofi Piala AFF.
- Thailand: juara beruntun pada 2000-2002, 2014-2016, dan 2020-2022.
- Singapura: juara beruntun pada 2004-2006.
- Vietnam: juara beruntun pada 2024-2026.
Catatan tiga kali beruntun yang dibuat Thailand pada periode 2014-2016 dan 2020-2022 masih menjadi rekor terlama di turnamen ini, namun torehan Vietnam kini menempatkan mereka di papan atas sejarah Piala AFF.
Kegagalan Thailand dan Pekerjaan Rumah Berat
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Thailand yang tampil dominan di babak pertama. Dua peluang emas yang gagal dikonversi, termasuk penalti Kakana, menjadi sorotan utama. Kegagalan memanfaatkan momentum di awal babak kedua berujung pada hancurnya pertahanan mereka setelah kebobolan gol bunuh diri.
Hasil ini juga memperpanjang puasa gelar Thailand sejak edisi 2022. Sementara itu, bagi Vietnam, keberhasilan ini menegaskan status mereka sebagai kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara, dengan basis permainan solid dan lini belakang yang sulit ditembus di laga-laga krusial.