Tesla Cybertruck Naik Rp 1,2 Miliar: Harga Dasar Kini USD 77.235

Kenaikan harga Tesla Cybertruck untuk dua varian dual-motor terpampang pada layar konfigurator online Tesla.
Penulis: Ragil
Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:03:31 WIB

MEDIALOKAL.CO — Keputusan ini diambil tanpa pengumuman resmi. Angka baru langsung muncul di konfigurator online Tesla pekan ini, dan tidak ada perubahan fitur, powertrain, maupun perlengkapan yang menyertainya. Artinya, konsumen membayar lebih mahal untuk produk yang persis sama.

Kenaikan ini memperpanjang daftar kegagalan Tesla memenuhi janji awal. Saat Cybertruck pertama kali diperkenalkan pada 2019, Elon Musk berjanji varian dual-motor akan dibanderol mulai USD 49.000. Kenyataannya, harga yang berlaku sekarang jauh di atas angka tersebut.

Dua Varian Naik, Cyberbeast Tetap

Kenaikan USD 5.000 berlaku untuk dua trim dual-motor. Varian dasar Dual Motor All-Wheel Drive kini mulai dari USD 77.235, naik dari USD 72.235. Sementara varian Premium All-Wheel Drive naik dari USD 82.235 menjadi USD 87.235.

Varian tertinggi Cyberbeast tetap bertahan di angka USD 102.235. Tidak ada penjelasan dari Tesla mengapa varian ini tidak ikut naik, padahal statusnya sebagai model paling bertenaga justru lebih eksklusif.

Janji Harga Murah yang Tak Pernah Terealisasi

Riwayat harga Cybertruck memang penuh kejutan yang tidak menyenangkan bagi konsumen. Saat diluncurkan 2019, Tesla menjanjikan varian single-motor rear-wheel-drive mulai USD 39.000 dan dual-motor USD 49.000.

Ketika varian single-motor Long Range akhirnya hadir pada 2025, harganya sudah melonjak menjadi USD 71.985. Varian ini hanya bertahan beberapa bulan di pasaran sebelum dihentikan. Pada Februari, Tesla sempat memperkenalkan varian dual-motor dasar dengan harga USD 62.235, tetapi harga itu hanya bertahan 10 hari sebelum naik ke USD 72.235.

Penjualan Lesu, Harga Naik

Kenaikan harga ini terjadi di tengah performa penjualan yang jauh dari target. Musk pernah memproyeksikan penjualan 250.000 hingga 500.000 unit per tahun saat produksi mencapai kapasitas penuh. Realitanya, estimasi penjualan dari Cox Automotive menunjukkan Cybertruck baru terjual sekitar 7.263 unit sepanjang semester pertama tahun ini.

Angka tersebut bahkan belum menembus estimasi 100.000 unit secara kumulatif sejak peluncuran. Dengan harga yang terus naik tanpa diiringi penambahan nilai, Cybertruck semakin sulit direkomendasikan, bahkan untuk penggemar berat Tesla sekalipun.

Kesimpulan: Keputusan yang Membingungkan

Kenaikan harga tanpa perubahan fitur adalah langkah yang tidak lazim, apalagi ketika pasar sedang lesu. Bagi konsumen Indonesia yang mengikuti perkembangan ini, perlu dicatat bahwa harga USD 77.235 belum termasuk biaya impor, pajak, dan ongkos kirim yang bisa membuat harganya jauh lebih tinggi jika suatu saat masuk pasar lokal.

Cybertruck kini berada di posisi sulit: desainnya yang polarisasi sudah membatasi pasarnya, dan harga yang terus merangkak naik semakin mempersempit calon pembelinya. Ini adalah keputusan yang hanya bisa dijelaskan oleh logika bisnis Tesla sendiri — dan sejauh ini, logika itu tidak menguntungkan konsumen.

Reporter: Ragil