Rudal AS Hantam Pesta Pernikahan di Iran, 5 Tewas dan Wapres Vance Buka Suara

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pemerintahannya tengah menyelidiki dugaan keterlibatan militer AS dalam serangan yang menewaskan lima warga sipil di lokasi pesta pernikahan di Iran.
Penulis: Fajar
Sabtu, 05 September 2026 | 06:21:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Pemerintah AS kini bergerak cepat menyelidiki insiden berdarah tersebut. Wakil Presiden AS JD Vance secara terbuka mengakui pihaknya tengah mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan dari militer mereka.

"Kami sedang menyelidikinya karena tentu saja kami peduli. Kami ingin tahu," ujar Vance kepada wartawan di Washington pada Kamis (3/9/2026) waktu setempat.

Pernyataan Lengkap Wapres AS dan Sikap Pentagon

Vance menegaskan, jika hasil investigasi nanti membuktikan militer AS yang bertanggung jawab, Washington akan mengambil pelajaran berharga dari tragedi ini. Ia pun membandingkan pendekatan negaranya dengan Iran dalam menangani kesalahan militer.

"Jika memang kami melakukan kesalahan, sekali lagi, ini adalah perbedaan besar antara kami dan Iran. Ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan tersebut untuk berusaha menjadi lebih baik," kata Vance.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum secara resmi mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Militer AS hanya menyatakan mengetahui laporan dari Iran, namun menegaskan pasukannya tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai target.

Analisis Pakar: Pola Kerusakan Mengarah ke Amunisi AS

Keraguan atas bantahan AS muncul setelah Reuters melakukan analisis mendalam terhadap foto dan video dari lokasi kejadian. Rekaman yang telah terverifikasi itu kemudian diperlihatkan kepada empat pakar persenjataan militer internasional.

Hasilnya, tiga dari empat pakar sepakat pola kerusakan di lokasi pesta lebih konsisten dengan ledakan hantaman langsung sebuah amunisi. Mereka menilai amunisi yang digunakan kemungkinan besar adalah senjata buatan AS, bukan rudal pertahanan udara Iran yang gagal melacak target.

Salah satu pakar bahkan menyebutkan kemungkinan senjata tersebut meleset dari sasaran yang sebenarnya ingin dihantam. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ledakan dahsyat di pesta pernikahan itu bukan disebabkan oleh serpihan atau pantulan dari serangan ke target lain.

Sejumlah Kemungkinan Masih Diselidiki AS

Di tengah kuatnya bukti awal tersebut, seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengatakan pemerintahnya masih mempertimbangkan beberapa skenario. Investigasi tengah menguji apakah korban jiwa disebabkan langsung oleh serangan AS, atau justru berasal dari rudal pertahanan udara Iran yang menyimpang.

Kemungkinan lain yang tak kalah menjadi perhatian adalah rudal pencegat Iran yang melenceng dari sasaran dan jatuh tepat di lokasi pesta. Namun, analisis para ahli yang telah dipublikasikan sejauh ini belum menjadi kesimpulan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden memilukan tersebut.

Pemerintah AS memastikan penyelidikan menyeluruh masih terus berjalan untuk mengungkap fakta di balik tewasnya lima warga sipil dalam perayaan yang seharusnya menjadi momen bahagia tersebut.

Reporter: Fajar