Bank Mega Syariah Catat Laba Sebelum Pajak Rp 137 Miliar, Bagikan MCU Gratis ke Nasabah

Nasabah mengikuti layanan medical check-up gratis yang disediakan Bank Mega Syariah di kantor cabangnya.
Penulis: Sutomo
Sabtu, 05 September 2026 | 07:20:31 WIB

MEDIALOKAL.CO — Pertumbuhan laba itu ditopang oleh intermediasi yang solid. Hingga Juni 2026, total pendanaan (funding) Bank Mega Syariah mencapai Rp 9,69 triliun, sementara penyaluran pembiayaan menembus lebih dari Rp 10 triliun atau tumbuh di atas 6 persen year on year (yoy).

Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mengatakan, apresiasi kepada nasabah menjadi agenda penting di tengah pencapaian kinerja tersebut. Perusahaan memanfaatkan momen Hari Pelanggan Nasional untuk mempererat hubungan jangka panjang dengan nasabah.

Fokus pada Layanan Berbasis Hubungan, Bukan Sekadar Transaksi

Yuwono menegaskan strategi perseroan bertumpu pada pendekatan relationship based. Menurut dia, layanan perbankan yang baik tidak cukup hanya memproses transaksi, tetapi juga memahami kebutuhan nasabah dan memberikan pengalaman bernilai tambah.

"Bagi kami, pelayanan yang baik bukan hanya mengenai transaksi perbankan, tetapi bagaimana kami dapat memahami kebutuhan dan memberikan pengalaman perbankan yang memiliki nilai tambah bagi nasabah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).

Kegiatan medical check-up gratis ini merupakan salah satu wujud nyata dari pendekatan tersebut. Bank Mega Syariah menghadirkan layanan kesehatan tersebut di sejumlah kantor cabang sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah.

Pendorong Pertumbuhan Dana Murah dan Pembiayaan

Dari sisi penghimpunan dana, perseroan berupaya meningkatkan porsi dana murah melalui beberapa kanal utama. Sumber pendanaan tersebut berasal dari segmen nasabah haji, payroll, dan komunitas.

Bank Mega Syariah juga mengandalkan layanan perbankan digital serta ekosistem haji untuk menggenjot volume dana murah. Selain itu, perseroan mendorong registrasi Cash Management System (CMS) bagi nasabah korporasi untuk memfasilitasi transaksi finansial.

Adapun dari sisi pembiayaan, pertumbuhan lebih dari 6 persen tetap diiringi prinsip kehati-hatian. Manajemen menegaskan kualitas portofolio tetap menjadi prioritas utama dalam ekspansi kredit.

Produk Andalan untuk Kebutuhan Nasabah yang Beragam

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Bank Mega Syariah menyediakan beragam produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Beberapa di antaranya adalah pembiayaan kepemilikan emas Flexi Gold, Tabungan Haji iB, pembiayaan porsi haji khusus Flexi Mabrur, serta kartu pembiayaan berbasis syariah.

"Kepercayaan nasabah menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan solusi keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat," imbuh Yuwono.

Laba sebelum pajak yang tumbuh 17,56 persen menjadi Rp 137 miliar menunjukkan daya tahan bisnis perseroan di tengah kompetisi industri keuangan syariah. Dengan strategi layanan berbasis hubungan dan diversifikasi produk, Bank Mega Syariah optimistis menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Reporter: Sutomo