IHSG Melemah 1,43% Sepekan, Analis Rekomendasikan ISAT hingga NCKL

IHSG ditutup melemah 1,43 persen sepanjang pekan 7-11 September 2026.
Penulis: Ragil
Senin, 14 September 2026 | 06:41:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Perdagangan saham sepanjang 7-11 September 2026 ditutup di zona negatif. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Elsierra Putri Yosita menyampaikan sejumlah indikator pasar ikut terkoreksi, mulai dari volume hingga frekuensi transaksi harian.

Volume dan Nilai Transaksi Harian Ikut Turun

Rata-rata volume transaksi harian susut 26,34 persen, dari 48,99 miliar menjadi 36,09 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 14,88 persen dari Rp19,22 triliun ke Rp16,36 triliun.

Frekuensi transaksi harian melemah 7,07 persen dari 2,39 juta kali menjadi 2,22 juta kali. Total nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp14,73 triliun dengan 30,46 miliar saham diperdagangkan.

Investor asing mencatatkan jual bersih Rp690,19 triliun pada hari itu. Sepanjang 2026, akumulasi jual bersih asing mencapai Rp71,415 triliun.

Proyeksi Kiwoom: Technical Rebound dengan Support 6.478

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG berpotensi mengalami technical rebound pada perdagangan Senin (14/9). Ia memproyeksikan indeks bergerak dalam rentang support 6.478 dan resistance 6.600.

Dua sentimen utama membayangi pasar pekan ini. Pertama, peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September 2026 meningkat menjadi 87 persen pasca rilis data inflasi AS yang belum menunjukkan relaksasi.

Kedua, pasar mencermati koreksi harga minyak mentah di tengah rencana pertemuan Iran dengan negara-negara Teluk di Oman. Pertemuan itu membahas pengaturan sementara pengiriman melalui Selat Hormuz.

"Pasca rilis data inflasi AS yang belum menunjukkan relaksasi per Agustus 2026, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September 2026 meningkat menjadi 87 persen. Hal ini akan cenderung direspons negatif oleh pasar," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/9).

Meski harga minyak sudah terkoreksi, levelnya masih tergolong tinggi. Jika bertahan lama, kondisi ini berpotensi menekan inflasi.

Rekomendasi Saham dari Kiwoom Sekuritas

Oktavianus merekomendasikan dua saham berbasis analisis teknikal:

  • ISAT (PT Indosat Tbk): ditutup menguat 1,25 persen ke 2.430 pekan lalu, diproyeksi menyentuh 2.720 pekan ini.
  • BULL (PT Buana Lintas Lautan Tbk): ditutup menguat 1,42 persen ke 429 pekan lalu, diproyeksi menyentuh 478 pekan ini.

Pandangan MNC Sekuritas: IHSG Menguat Terbatas

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat pada sepekan ke depan, meski kecenderungannya terbatas. Ia memperkirakan indeks bergerak dengan support 6.440 dan resistance 6.623.

Selain FOMC Meeting, investor akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Arus dana asing di pasar saham Indonesia juga menjadi faktor penentu arah IHSG.

"Untuk sepekan ke depan, IHSG berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas. Sentimen utama yang akan dicermati adalah FOMC Meeting terkait suku bunga The Fed yang masih cenderung hawkish setelah kenaikan harga energi dan rilis PPI-CPI," kata Herditya.

Tiga Saham Pilihan MNC Sekuritas

Herditya menyodorkan tiga emiten untuk dicermati investor pekan ini:

  • ADMR (PT Adaro Minerals Indonesia Tbk): ditutup di 1.600 pekan lalu, diproyeksi menyentuh 1.765 pekan ini.
  • INET (PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk): ditutup di 344 pekan lalu, diproyeksi menyentuh 400 pekan ini.
  • NCKL (PT Trimegah Bangun Persana Tbk): ditutup di 940 pekan lalu, diproyeksi menyentuh 1.060 pekan ini.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ragil