Danantara Kaji Integrasi LRT-MRT-Transjakarta, Tiga Jalur KA Bakal Dielektrifikasi
MEDIALOKAL.CO — Danantara tengah mengkaji integrasi transportasi massal yang mencakup LRT, MRT, Transjakarta, dan jaringan kereta api, termasuk rencana elektrifikasi tiga jalur utama dari Jakarta. Kajian ini menyasar penyatuan moda yang selama ini dikelola sejumlah operator berbeda, mulai dari KAI hingga Jakpro. Jika terealisasi, penumpang bisa berpindah antarmoda tanpa terputus oleh perbedaan pengelola.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menelaah integrasi LRT, MRT, Transjakarta, dan jaringan kereta api dalam satu kesatuan sistem transportasi massal. Pembahasan ini juga mencakup rencana elektrifikasi tiga jalur kereta yang terhubung dengan Jakarta, yakni Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.
Langkah tersebut dinilai penting karena moda transportasi massal di kawasan Jabodetabek saat ini tersebar di beberapa operator, seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Tanpa integrasi, penumpang kerap harus berpindah antarmoda dengan tiket dan pengelola yang berbeda-beda.
Elektrifikasi Tiga Jalur Jadi Prioritas
Danantara memproses rencana elektrifikasi tiga jalur kereta api yang terhubung dengan Jakarta. Ketiganya adalah Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.
Rencana tersebut nantinya akan dipadukan dengan integrasi LRT, MRT, dan layanan bus Transjakarta atau busway. Dony menyebut integrasi ini sebagai bagian dari penyiapan moda transportasi massal yang sedang digodok.
"Yang LRT tentu sedang kita kaji karena ini bagian daripada integrasi moda transportasi massal yang sedang kita siapkan," kata Dony di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September.
Menurut Dony, seluruh moda tersebut akan terintegrasi satu sama lain. "Nanti ini akan terintegrasi seluruhnya, termasuk integrasi LRT dengan MRT dan juga dengan busway," ujarnya.
Pembagian Peran KAI dan Jakpro Belum Final
Pembahasan lanjutan akan melibatkan Gubernur Jakarta untuk menyelaraskan pengelolaan dan pengembangan transportasi massal. Dony menyinggung perlunya pembagian peran yang jelas antara operator, termasuk KAI dan Jakpro.
"Jadi ini akan menjadi satu kesatuan. Ini yang sedang kita bicarakan nanti dengan Pak Gubernur. Jadi sehingga tidak terpisah-pisah mana yang menjadi porsi KAI, mana yang porsi Jakpro dan lain sebagainya," kata Dony.
Meski begitu, Danantara belum merinci jadwal pelaksanaan elektrifikasi, kebutuhan investasi, maupun bentuk kerja sama antarpengelola transportasi tersebut. Sejumlah detail teknis dan komersial masih dalam tahap pengkajian.
Dampak ke Penumpang dan Rencana Selanjutnya
Bagi penumpang harian Jabodetabek, integrasi ini berpotensi memangkas waktu perjalanan karena perpindahan antarmoda tidak lagi terhambat perbedaan tiket dan operator. Elektrifikasi jalur kereta juga dapat mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, terutama di koridor padat seperti Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Merak.
Pembahasan dengan Gubernur Jakarta akan menjadi penentu arah pembagian peran antaroperator. Kejelasan soal porsi KAI dan Jakpro menjadi kunci agar integrasi tidak berhenti di tahap wacana.
Yang belum terjawab hingga kini adalah besaran investasi dan tenggat waktu. Dua hal itu akan menentukan seberapa cepat rencana integrasi LRT, MRT, Transjakarta, dan elektrifikasi tiga jalur kereta ini bisa dinikmati masyarakat.