Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Baru 16 Tahun Sudah Jadi Muncikari, Begini Pengakuannya…
MEDIALOKAL.CO – Alasan EM (16) menjalani bisnis esek-esek di usia belia, ternyata tak lepas dari tuntutan gaya hidup. Dia membantah telah lama bergelut dalam dunia muncikari. Tentu, uang jadi alasan utamanya.
“Bantu-bantu teman. Mereka yang minta carikan tamu,” sebutnya. Yang dimaksud tamu tak lain adalah lelaki hidung belang. Dia tak menyebut berapa keuntungan yang diperolehnya atas jasa menjual teman-temannya. “Enggak mau juga jadi beban orangtua,” sebutnya. Dari tarif yang dipatoknya, EM menyebut, kadang tak menerima uang langsung. “Enggak pintar juga. Kalau tamu, mana bisa sembarangan,” sebutnya.
Aksi EM terkuak setelah polisi getol berselancar di dunia maya. Aplikasi jejaring sosial Beetalk jadi sasaran aparat penegak hukum membongkar praktik prostitusi online. Dari penelusuran Kaltim Post, selain aplikasi Beetalk, jejaring sosial lain yang cukup banyak digunakan para wanita tunasusila (WTS) mencari pria hidung belang ada WeChat, Facebook, dan Twitter. Aplikasi medsos tersebut cukup banyak terpampang kata-kata yang kurang sopan.
Kasus yang semula diungkap Jatanras Satreskrim Polres Samarinda dilimpahkan ke Ekonomi Khusus (Eksus) di satuan yang sama. “Penanganannya lebih spesifik di Eksus,” ujar Kasat Reskrim Polres Samarinda Kompol Sudarsono.
Kanit Eksus AKP Nono Rusmana, EM hanya dikenakan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Soal gambar pornografi kami belum temukan,” jelas Nono. Lanjut dia, anak buahnya belum memeriksa detail EM terkait sejauh mana aktivitas terselebungnya di dunia maya. “Sejauh ini, apa yang didengar dari EM, faktor ekonomi,” pungkas Nono.
Sebelumnya, proses penangkapan EM begitu cepat dan dilakukan di hotel berbintang kawasan Sungai Kunjang. Perempuan yang dijajakan EM rata-rata masih di bawah umur. “Rekanan dia cukup banyak,” ujar Nono. Namun, proses pemeriksaan sementara, EM masih bekerja seorang diri tanpa melibatkan orang atau memiliki jaringan lain di Kota Tepian. (pojoksatu.id)


Berita Lainnya
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Kolaborasi YBM, PIKK, dan Srikandi PLN UIP3B Sumatera Gelar Khitan Sehat Anak Sholeh
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Dua Kader GMNI Inhil Resmi Dikukuhkan sebagai DPP GMNI Periode 2025–2028
PLN Berhasil Operasikan Jalur 2 Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa, Pasokan Listrik Ke Aceh Makin Andal
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Kolaborasi YBM, PIKK, dan Srikandi PLN UIP3B Sumatera Gelar Khitan Sehat Anak Sholeh