Pilihan
Sebanyak 130 Calon Peserta Didik SMA Negeri Plus Riau Ikuti Psikotest
Tes Kesehatan di RSUD Arifin Ahmad Berlangsung Cepat dan Tertib
Melati Wulandari Terpilih dengan Suara Terbanyak 37 Lawan 10
Baru 16 Tahun Sudah Jadi Muncikari, Begini Pengakuannya…
MEDIALOKAL.CO – Alasan EM (16) menjalani bisnis esek-esek di usia belia, ternyata tak lepas dari tuntutan gaya hidup. Dia membantah telah lama bergelut dalam dunia muncikari. Tentu, uang jadi alasan utamanya.
“Bantu-bantu teman. Mereka yang minta carikan tamu,” sebutnya. Yang dimaksud tamu tak lain adalah lelaki hidung belang. Dia tak menyebut berapa keuntungan yang diperolehnya atas jasa menjual teman-temannya. “Enggak mau juga jadi beban orangtua,” sebutnya. Dari tarif yang dipatoknya, EM menyebut, kadang tak menerima uang langsung. “Enggak pintar juga. Kalau tamu, mana bisa sembarangan,” sebutnya.
Aksi EM terkuak setelah polisi getol berselancar di dunia maya. Aplikasi jejaring sosial Beetalk jadi sasaran aparat penegak hukum membongkar praktik prostitusi online. Dari penelusuran Kaltim Post, selain aplikasi Beetalk, jejaring sosial lain yang cukup banyak digunakan para wanita tunasusila (WTS) mencari pria hidung belang ada WeChat, Facebook, dan Twitter. Aplikasi medsos tersebut cukup banyak terpampang kata-kata yang kurang sopan.
Kasus yang semula diungkap Jatanras Satreskrim Polres Samarinda dilimpahkan ke Ekonomi Khusus (Eksus) di satuan yang sama. “Penanganannya lebih spesifik di Eksus,” ujar Kasat Reskrim Polres Samarinda Kompol Sudarsono.
Kanit Eksus AKP Nono Rusmana, EM hanya dikenakan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Soal gambar pornografi kami belum temukan,” jelas Nono. Lanjut dia, anak buahnya belum memeriksa detail EM terkait sejauh mana aktivitas terselebungnya di dunia maya. “Sejauh ini, apa yang didengar dari EM, faktor ekonomi,” pungkas Nono.
Sebelumnya, proses penangkapan EM begitu cepat dan dilakukan di hotel berbintang kawasan Sungai Kunjang. Perempuan yang dijajakan EM rata-rata masih di bawah umur. “Rekanan dia cukup banyak,” ujar Nono. Namun, proses pemeriksaan sementara, EM masih bekerja seorang diri tanpa melibatkan orang atau memiliki jaringan lain di Kota Tepian. (pojoksatu.id)


Berita Lainnya
Anggota DPR RI Karmila Sari: Kampus STIKes Tengku Maharatu Buka Akses Kuliah Gratis lewat KIP Kuliah
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
Hadiri Cap Go Meh Bagansiapiapi, Karmila Sari: Keharmonisan Rohil adalah Kekayaan Nasional
Sehat Mental, Produktif Kerja: PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing
GMNI Desak KPK Usut August Mellaz dan 4 Komisioner KPU: Jet Pribadi Rp90 Miliar Indikasi Korupsi Terstruktur
Hadapi Ancaman Sinkhole, PLN Bergerak Cepat Amankan SUTT 150 kV Bireuen-Peusangan
Anggota DPR RI Karmila Sari: Kampus STIKes Tengku Maharatu Buka Akses Kuliah Gratis lewat KIP Kuliah
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
Hadiri Cap Go Meh Bagansiapiapi, Karmila Sari: Keharmonisan Rohil adalah Kekayaan Nasional
Sehat Mental, Produktif Kerja: PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing
GMNI Desak KPK Usut August Mellaz dan 4 Komisioner KPU: Jet Pribadi Rp90 Miliar Indikasi Korupsi Terstruktur
Hadapi Ancaman Sinkhole, PLN Bergerak Cepat Amankan SUTT 150 kV Bireuen-Peusangan